PiES Review
Mengapa Talenta Terbaik Memilih Keluar dari Organisasi?
PiES Review – Penelitian menunjukkan bahwa keputusan karyawan untuk meninggalkan organisasi sering kali bukan dipengaruhi oleh gaji semata, tetapi oleh sejauh mana organisasi menunjukkan komitmen nyata terhadap pengembangan diri, keterlibatan kerja, dan pertumbuhan karier mereka.
Ringkasan Penelitian
Penelitian yang direview dilakukan oleh Julia A. Fulmore, Anthony L. Fulmore, Mandolen Mull, dan Joy N. Cooper dan dipublikasikan pada tahun 2023 dalam Human Resource Development Quarterly (Wiley).
Penelitian terdiri atas dua studi yang melibatkan 490 responden pada Studi 1 dan 511 responden pada Studi 2 dari sektor jasa di Amerika Serikat. Analisis dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) untuk menguji hubungan antara persepsi dukungan organisasi terhadap praktik Human Resource Development (HRD), employee engagement, dan turnover intention.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi persepsi karyawan terhadap dukungan organisasi dalam pengembangan dirinya, semakin tinggi tingkat employee engagement dan semakin rendah keinginan mereka untuk meninggalkan organisasi.
Temuan Penting Penelitian
| Temuan | Makna |
|---|---|
| Dukungan organisasi terhadap praktik HRD meningkatkan employee engagement | Karyawan merasa dihargai ketika organisasi berinvestasi pada pengembangan dirinya. |
| Employee engagement menurunkan turnover intention | Semakin tinggi keterikatan karyawan, semakin kecil keinginan untuk keluar. |
| Employee engagement menjadi mediator utama | Pengembangan SDM meningkatkan retensi melalui peningkatan engagement. |
| Pengembangan karyawan menciptakan hubungan timbal balik | Karyawan cenderung membalas perhatian organisasi dengan loyalitas dan komitmen. |
| Investasi pada manusia lebih efektif daripada sekadar insentif finansial | Retensi dibangun melalui pengalaman kerja yang bermakna, bukan hanya kompensasi. |
⭐ Human Insight PiES
Banyak organisasi beranggapan bahwa talenta terbaik meninggalkan perusahaan karena mendapatkan tawaran gaji yang lebih tinggi. Padahal, penelitian ini menunjukkan bahwa keputusan untuk bertahan atau keluar lebih sering dipengaruhi oleh pengalaman seseorang selama bekerja.
Ketika karyawan merasakan bahwa organisasi memberikan kesempatan belajar, mempercayai potensinya, mendukung pengembangan karier, dan melibatkannya dalam pekerjaan yang bermakna, mereka akan membangun keterikatan emosional dengan organisasi. Keterikatan inilah yang kemudian menurunkan keinginan untuk mencari tempat kerja lain.
Sebaliknya, ketika organisasi berhenti berinvestasi pada pengembangan manusianya, employee engagement mulai menurun. Pada tahap inilah turnover intention mulai muncul, jauh sebelum surat pengunduran diri diajukan.
Human Insight PiES yang dapat diambil adalah:
Talenta terbaik tidak bertahan karena organisasi membutuhkan mereka. Talenta terbaik bertahan ketika mereka merasa organisasinya berinvestasi pada pertumbuhan mereka.
Retensi talenta pada akhirnya bukan hanya persoalan mempertahankan orang, tetapi membangun keyakinan bahwa organisasi merupakan tempat terbaik untuk terus berkembang.
Implikasi bagi Organisasi
Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi mempertahankan talenta tidak cukup dilakukan melalui kenaikan gaji, bonus, atau fasilitas kerja.
Organisasi perlu membangun sistem Human Resource Development yang membuat setiap individu merasa berkembang, dihargai, dan memiliki masa depan. Program pembelajaran, coaching, mentoring, serta jalur karier yang jelas menjadi investasi strategis yang memperkuat engagement dan menekan turnover intention.
Retensi bukanlah hasil dari kontrak kerja, tetapi hasil dari pengalaman kerja yang positif dan bermakna.
Implikasi bagi Pemimpin
Jika Anda seorang pemimpin:
- Jangan hanya bertanya mengapa karyawan keluar, tetapi tanyakan apakah organisasi telah cukup mendukung perkembangan mereka.
- Jadikan pengembangan SDM sebagai investasi strategis, bukan biaya operasional.
- Bangun budaya yang mendorong pembelajaran dan pertumbuhan.
- Berikan ruang bagi karyawan untuk berkembang sesuai potensi terbaiknya.
- Jadilah pemimpin yang membangun manusia, bukan hanya mengelola pekerjaan.
Rekomendasi PiES
Berdasarkan penelitian ini, beberapa langkah yang dapat dipertimbangkan adalah:
- Melakukan assessment employee engagement secara berkala.
- Memetakan kebutuhan pengembangan setiap individu.
- Menyusun jalur karier yang jelas dan transparan.
- Mengembangkan budaya coaching dan mentoring.
- Mengintegrasikan pengembangan kompetensi dengan tujuan organisasi.
- Menjadikan investasi pada manusia sebagai indikator keberhasilan organisasi.
Kesimpulan
Penelitian ini menunjukkan bahwa keputusan karyawan untuk bertahan atau meninggalkan organisasi tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi, tetapi juga oleh kualitas hubungan yang dibangun organisasi dengan manusianya.
Human Insight PiES menegaskan bahwa organisasi yang mampu mempertahankan talenta terbaik bukanlah organisasi yang selalu menawarkan kompensasi terbesar, melainkan organisasi yang membuat setiap individu merasa dihargai, dipercaya, dan terus bertumbuh.
Pada akhirnya, mempertahankan talenta bukan tentang mengikat manusia agar tetap tinggal, tetapi tentang menciptakan alasan yang membuat mereka memilih untuk bertumbuh bersama organisasi.
Research → Human Insight → Better Decisions
Penelitian yang Direview
Penulis: Julia A. Fulmore, Anthony L. Fulmore, Mandolen Mull, & Joy N. Cooper
Tahun: 2023
Judul: Reducing Employee Turnover Intentions in the Service Sector: The Connection Between Human Resource Development Practices and Employee Engagement
Jurnal: Human Resource Development Quarterly (Wiley)
Volume: 34
Halaman: 127–153
DOI: 10.1002/hrdq.21471
Sampel: 490 responden (Studi 1) dan 511 responden (Studi 2)
Metode: Structural Equation Modeling (SEM)
Kategori: Engagement & Talent
