PROFIL

Dr. Didik Madani, S.Sos., M.Med.Kom

Pemikir Pendidikan & Penggagas Model Aktivasi PiES Potensi Diri

Didik Madani adalah pemikir pendidikan yang mengembangkan model aktivasi potensi diri berbasis empat potensi dasar manusia P-I-E-S: fisik (physical) akal (intellectual) emosional (emotional), ruh (spiritual)  untuk penguatan kesehatan mental, motivasi intrinsik, dan pembentukan karakter manusia. Gagasannya tidak berhenti pada ranah konseptual, tetapi diwujudkan dalam praksis pendidikan dan spiritual melalui pengembangan PIES 5.0 Meaningful Journey, pendidikan Qur’ani, serta peran aktifnya sebagai pendiri dan pengasuh ekosistem pendidikan dan wakaf Pondok Graha Qur’an Madani serta inisiator filantropi LAZ Madani Peduli demi mewujudkan peradaban bangsa yang mencintai AL Qur’an dan mengenali potensi diri. Sintesa pembangunan peradaban ini merujuk pada warisan peradaban pendidikan ini merujuk pada Universitas Al Azhat Kairo Mesir.

Melalui riset doktoralnya di bidang Manajemen Pendidikan Islam, ia menghasilkan temuan teori kesadaran manusia yang diberi nama “Aktivasi Potensi Diri” dengan Model 5T (Tasyakur, Takwin, Tazkiyah, Taujih, Tanfidz–Tajdid) sebagai tahapan proses kesadaran manusia yang menjelaskan bagaimana makna hidup, dorongan internal, dan perilaku berkelanjutan terbentuk secara sistemik.

Model tersebut ditransformasikan kedalam metode training berjudul PiES 5.0 Meaningful Journey (Rahasia Meningkatkan Kinerja dan Kesadaran di era Burn Out) sebuah pendekatan pendidikan dan pelatihan berbasis pengalaman (experiential learning) yang mengintegrasikan dimensi fisik, intelektual, emosional, dan spiritual dalam bahasa psikologi dan organisasi modern.

Dalam pengembangan konseptualnya, Didik Madani melalui Training PiES 5.O menyingkap rahasia filosofi ibadah rukun haji sebagai perjalanan kesadaran manusia, di mana setiap proses haji adalah drama spiritual dan penyadaran dari mana manusia berasal, bagaimana dia harus hidup dan mau kemana setelahnya. Sebuah teater kehidupan dimana Allah SWT sebagai sutradara dan pemerannya adalah kita manusia yang dirangkum dalam 5 5 proses utama yaitu: penyadaran diri (ihrom), pemurnian orientasi hidup (thawaf), preoses belajar dan perenungan (wukuf) dan pembentukan manusia seutuhnya (tahalul). Sementara 3 proses lainny (sa’i, mudzalifah dan lonta jumrah adalah proses penjagaan niat dan komitmen penciptaan manusia). 5 proses itu menjadi dasar penamaan dari metode training PiES 5.O Meaningful Journey (Perjalanan yang tidak sekedar fisik yang pergi, tapi pikiran yang sadar, perasaan yang tenang dan ruh spiriutal yang terhubung dengan sang Pencipta Allah SWT)

Gagasan ini diwujudkan secara nyata melalui ekosistem pendidikan, filantropi, dan wakaf PIES–Madani, di antaranya pendirian Pondok Graha Qur’an Madani, Madani Academy, serta LAZ Madani Peduli di bawah naungan Badan Wakaf Graha Qur’an Madani. Ekosistem ini dirancang sebagai aset wakaf umat untuk umat, dengan visi pendidikan global yang disintesiskan dengan tradisi keilmuan Islam internasional, termasuk inspirasi dari Universitas Al-Azhar Kairo, serta berkontribusi dalam pemberian beasiswa kepada ratusan mahasiswa di berbagai negara melalui skema dana abadi umat.


 

Saat motivasi didepan ratusan manager perbankan swasta di Indonesia

KIPRAH PROFESIONAL

Bidang Pendidikan & Pengembangan SDM

  • Penggagas Metode PIES Potensi Diri (mental–motivasi–karakter)

  • Master Trainer & Konsultan Pengembangan Manusia dan Organisasi

  • Narasumber dan fasilitator pendidikan kesadaran untuk sektor: Perbankan nasional & daerah, BUMN & swasta, lembaga negara, perguruan tinggi, pesantren, dan institusi sosial

Institusi & Program Strategis

  • Trainer BI Institute – Bank Indonesia

  • Trainer berbagai Bank Nasional & Bank Pembangunan Daerah

  • Mitra edukasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) – Kampanye Generasi Jujur

  • Mitra strategis SETJEN DPR RI dan ASDEKSI


KARYA BUKU

  1. Power Speaking: Bukan Sekadar Bicara

  2. PIES: Tes Potensi Diri

  3. PIES 561: Rahasia Potensi Manusia


LATAR BELAKANG & PERJALANAN HIDUP

Didik Madani memulai perjalanan hidup profesionalnya dari berbagai pekerjaan dasar—mulai dari buruh, pekerja kreatif, hingga jurnalis—sebelum dipercaya memegang posisi strategis sebagai General Manager Sales Marketing Jawa Pos TV (2000–2010), dengan capaian peningkatan omzet signifikan. Pengalaman kegagalan usaha dan kebangkrutan personal menjadi titik reflektif yang mengantarkannya pada pertanyaan mendasar tentang makna kerja, tujuan hidup, dan potensi diri manusia, yang kemudian menjadi fondasi pemikiran dan pengabdian pendidikannya.

Sejak 2012, ia mendedikasikan diri sepenuhnya pada pengembangan pendidikan potensi diri dan kesadaran manusia, berbicara dan memfasilitasi proses transformasi di puluhan kota di Indonesia dan Asia, termasuk pendampingan kelompok marginal dan komunitas berisiko tinggi.


PENDIDIKAN FORMAL

  • S3 Manajemen Pendidikan Islam – Universitas Pesantren KH Abdul Chalim (2023)
    Disertasi:
    Manajemen Pendidikan Aktivasi Potensi Diri untuk Membangun Kesehatan Mental, Motivasi, dan Karakter Manusia

  • S2 Media & Komunikasi – Universitas Airlangga

  • S1 Ilmu Komunikasi (Jurnalistik) – Universitas Dr. Soetomo


KEHIDUPAN KELUARGA & VISI PERADABAN

Bersama istri, Nur Fitriana, Didik Madani mengembangkan visi pendidikan Islam berbasis aktivasi potensi diri (conscious parenting). Visi ini diwujudkan melalui pendirian Pondok Tahfidz Graha Qur’an Madani (5 Juni 2020), sebuah model pendidikan Qur’ani yang mengintegrasikan pemahaman potensi santri dan wali santri sebagai fondasi pembentukan generasi berkarakter dan berdaya.

Didik Madani meyakini bahwa pembangunan peradaban tidak dimulai dari sistem besar, melainkan dari kesadaran manusia, mengenali potensi diri —yang dibentuk melalui pendidikan, keluarga, dan nilai tauhid.

Sesi motivasi 700 Mahasiswa Baru (PiES Star Camp)
Scroll to Top