
PiES Institute – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik serta efektivitas kepemimpinan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember, Badan Kepegawaian Daerah Jember bekerja sama dengan PiES Institute menyelenggarakan In House Training Penguatan SDM melalui pendekatan Outbound Non Klasikal.
Kegiatan ini dirancang bukan sekadar aktivitas luar ruang, tetapi sebagai proses pembelajaran sistemik untuk memperkuat stabilitas mental, kerja tim, serta integritas para pimpinan perangkat daerah. Melalui pendekatan experiential learning yang terstruktur, peserta diajak memahami dinamika kepemimpinan, komunikasi strategis, pengambilan keputusan, serta kesadaran peran dalam sistem birokrasi.
Pendekatan ini sejalan dengan berbagai temuan riset internasional. Studi klasik David Kolb tentang Experiential Learning Theory menegaskan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman langsung lebih efektif dalam membentuk perubahan perilaku dibandingkan metode ceramah satu arah. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Management Development juga menunjukkan bahwa program pelatihan berbasis experiential learning memiliki korelasi positif terhadap peningkatan kepemimpinan kolaboratif dan kemampuan problem solving.
Selain itu, laporan McKinsey & Company mengenai organizational health menyatakan bahwa institusi dengan kepemimpinan yang memiliki ketahanan emosional dan kejelasan peran cenderung memiliki kinerja yang lebih stabil dan tingkat adaptasi yang lebih tinggi terhadap perubahan kebijakan. Dalam konteks sektor publik, OECD juga menekankan bahwa kualitas pelayanan publik sangat dipengaruhi oleh kompetensi kepemimpinan dan integritas aparatur.
Founder PiES Institute menjelaskan bahwa tantangan birokrasi modern bukan hanya pada regulasi dan prosedur, tetapi pada kualitas manusia yang menjalankannya. Tekanan pelayanan publik, kompleksitas kebijakan, serta ekspektasi masyarakat yang tinggi menuntut pimpinan daerah memiliki ketahanan mental dan kejernihan integritas.
Outbound Non Klasikal yang diterapkan PiES dirancang untuk mengaktivasi potensi diri melalui simulasi situasional, refleksi terarah, dan penguatan kesadaran peran. Metode ini terintegrasi dengan PiES Tes Potensi Diri sebagai instrumen pemetaan kecenderungan kepribadian dan gaya kepemimpinan, sehingga pengembangan tidak berhenti pada motivasi sesaat, tetapi berlanjut pada pembentukan pola kerja yang lebih stabil dan kolaboratif.
BKD Jember menilai bahwa peningkatan kualitas SDM aparatur tidak cukup dilakukan melalui pelatihan klasikal di ruang rapat. Diperlukan pendekatan yang mampu menyentuh aspek mental, emosional, dan integritas, agar pelayanan publik dapat berjalan lebih responsif, profesional, dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi ini, PiES Institute kembali menegaskan komitmennya dalam membangun Human Integrity Architecture di berbagai sektor, termasuk pemerintahan, sebagai fondasi stabilitas organisasi dan peningkatan kinerja institusi.
www,pies.co.id
Referensi Riset
Kolb, D. A. Experiential Learning Theory
Journal of Management Development, studi tentang experiential leadership development
McKinsey & Company, Organizational Health Index Report
OECD, Public Governance and Leadership Development Reports