PIES PERSONALITY
Oleh Didik Madani
Disertasi S-3 Study Grounded Thery
PIES Personality: Sebagai Pendekatan Komunikasi dan Instrumen Diagnosis
Dalam naskah buku panduan training berjudul PiES Tes Potensi Diri (Temukan Kode Kekayaanmu) yang ditulis oleh Didik Madani pada tahun 2017, istilah PIES Potensi Diri di gunakan sebagai sinonim dari empat tipe kepribadian (personality), Model Tes Potensi Diri dan penjelasannya ini adalah klasifikasi kepribadian dan gaya komunikasi yang terdiri dari 4 tipe yaitu:
- Proactive: pragmatis, logika, kritis, visioner,
- Interactive: ekspresif, komunikatif, cepat bersosialisasi,
- Emphatic: penyayang, intuitif, mudah tersentuh,
- Systemic: tertib, perfeksionis, bertahap.
Tipe ini digunakan sebagai instrumen diagnosis awal dalam training PIES (melalui tes tertulis) dan pendekatan komunikasi emosional untuk menyentuh kebutuhan santri secara personal. Training PIES (Sebagai Pelaksanaan Model)[1]
PIES adalah satu-satunya metode pemotret potensi seseorang dengan menggabungkan tes sidik jari (fingerprint) dan tes tulis.Tes sidik jari menghasilkan belahan otak yang bekerja dalam diri manusia (faktor genetik), sementara tes tulis menghasilkan potensi (perilaku tampak) yang bisa berubah karena keadaan.
Karenanya PIES menghasilkan akurasi tinggi dan kekinian dan secara cermat memotret 6 potensi diri seseorang:
- Belahan otak yang bekerja dalam diri.
- Pola komunikasi diri (kelemahan & kelebihan).
- Gaya belajar, jurusan sekolah, jenis usaha/karir yang tepat.
- Mencari tipe pasangan hidup yang tepat dan menguatkan emosi.
- Memperbaiki “cara mencintai” pasangan hidup.
- Memilih partner bisnis yang tepat dan membangun di masa depan.
- Menemukan jurusan sekolah dan karier masa depan sejak sejak dini
Kata kunci tipe PIES
Orang P (Proactive) kata kuncinya adalah (kecepatan, hasil dan tindakan). Orang tipe ini mempunyai kecenderungan untuk mengorganisir sesuatu. Karenanya, dia menyukai tantangan, pilihan dan pengendalian terhadap keadaan.
Orang I (interactive) kata kuncinya adalah (antusiasme, hubungan dan tindakan). Orang ini mempunyai kecenderungan suka meyakinkan orang lain. Karena itulah dia menyukai adanya pengakuan dari lingkungan sekitar.
Orang E (Empathy) kata kuncinya adalah ketulusan, hubungan dan kehandalan. Orang tipe ini suka membantu dan mendukung orang lain. Maka dia menyukai pengarahan, dan bagaimana dia bisa membantu.
Orang S (Systematic) kata kuncinya adalah kualitas, kehandalan dan kompetensi. Karenanya orang ini menyukai kualitas tinggi, konsistensi dan membutuhkan penjelasan yang detail dalam mengerjakan serta memutuskan sesuatu.
Tes sidik jari PIES bisa menentukan potensi seseorang
Otak dan sidik jari disambungkan oleh sistem syaraf yang sama. Otak memiliki sistem syaraf dengan wajah yang tampak pada sidik jari. Masa pembentukan sidik jari tangan dan kaki bersamaan dengan tumbuhnya otak pada masa usia kandungan 13 s/d 24 minggu. Pada masa itulah masa terpenting dimana pertumbuhan janin terjadi (trimester pertama) dimana masa pembentukan organ –organ terpenting manusia, yakni jantung dan otak sedang terjadi.
Meskipun demikian, sehubungan dengan tangan bayi yang baru lahir ini kulitnya masih sangat halus, maka akan lebih jelas terlihat ketika diatas 3 bulan paska kelahirannya. Semakin dewasa, sidik jari akan semakin jelas terlihat.
Sidik jari terbentuk karena faktor genetik. Berdasarkan ilmu biologi, ditemukan fakta mengenai sidik jari, bahwa pembentukan sidik jari adalah dari faktor genetis, artinya bersifat turunan secara genetis dari kedua orangtuanya.
Inilah tujuan PIES dibuat, agar setiap orang mampu mengenali potensi terbaiknya sejak dini tanpa harus mencoba-coba jurusan kuliah dan melamar pekerjaan mana yang cocok di masa depan. PIES mempercepat jarak antara potensi terbaik seseorang dengan kesuksesan dirinya. PIES memotong ongkos kegagalan (waktu, biaya, tenaga, pikiran dan emosi) seseorang dalam menemukan potensi terbaik dirinya menuju kehidupan terbaik yang dicintainya.
Gambar F‑1 Cover Buku PIES Tes Potensi Diri
1 Empat Tipe PiES Pesonality (Potensi Diri)
PIES Personality adalah model kepribadian yang dikembangkan oleh Didik Madani sebagai bagian dari pendekatan Training PIES Potensi Diri. Model ini menggambarkan kecenderungan dominan seseorang berdasarkan potensi fitrahnya dalam empat dimensi utama: Physical (P), Intellectual (I), Emotional (E), dan Spiritual (S).
Keempat tipe tersebut adalah:
P – Proactive: cepat tanggap, tegas, berorientasi aksi dan hasil. Cocok memimpin dan menghadapi tantangan.
I – Interactive: komunikatif, ekspresif, antusias, dan mudah membangun relasi. Cocok di bidang komunikasi, edukasi, dan sosial.
E – Emphatic: perasa, peka, peduli, dan reflektif. Cocok dalam bidang pelayanan, konseling, dan seni.
S – Systemic: terstruktur, analitis, konsisten, dan fokus pada nilai. Cocok di bidang perencanaan, manajemen, dan pengembangan sistem.
PIES Personality tidak hanya memetakan kecenderungan, tetapi menjadi alat komunikasi dan pendidikan berbasis fitrah, agar seseorang bisa berinteraksi dengan lebih empatik, membangun tim dengan lebih efektif, dan mengembangkan potensi diri secara menyeluruh.
Model ini merupakan pengembangan orisinal, memadukan pendekatan klasik (Galen, Ibnu Sina), modern (MBTI, DISC, STIFIn, Multiple Intelegency), serta nilai-nilai Islam dan filsafat fitrah, menjadikannya model kepribadian khas Nusantara yang kontekstual dan aplikatif dalam pendidikan dan pembinaan karakter.
Empat Tipe Berdasarakan 4 Potensi Dasar
|
Tipe |
Dominasi |
Archetype |
Ciri Unik |
Kelebihan |
Tantangan |
Butuh Keseimbangan |
|
Proactive |
Fisik & Aksi |
Mujahid |
Tegas, pemimpin, eksekutor |
Pionir, kuat menghadapi tantangan |
Agresif, overambisi |
Emosi & spiritualitas |
|
Interactive |
Emosi & Relasi |
Da’i |
Ramah, komunikatif, terbuka |
Sosial, kolaboratif |
Mudah terpengaruh |
Fokus dan struktur |
|
Emphatic |
Hati & Intuisi |
Murabbi |
Penyayang, pengasuh, reflektif |
Peduli, menyembuhkan |
Tidak asertif |
Logika & ketegasan |
|
Systemic |
Akal & Struktur |
Hakim |
Sistematis, logis, perfeksionis |
Stabil, akurat, disiplin |
Kaku, kurang spontan |
Fleksibilitas & kehangatan |
|
Tipe Kepribadian |
Ciri Utama |
Dominasi Dimensi Potensi |
Sifat Positif |
Peringatan Perkembangan |
|
Proactive |
Tegas, fokus tujuan, suka tantangan |
Fisik & Intelektual |
Berani, pemimpin, solutif |
Bisa keras, tidak sabar |
|
Interactive |
Komunikatif, dinamis, menyenangkan |
Intelektual & Emosional |
Inspiratif, kolaboratif |
Cenderung kurang fokus, emosional tidak stabil |
|
Empathy |
Pendengar baik, perasa, peduli sesama |
Emosional & Spiritual |
Penuh kasih, penyayang |
Sulit ambil keputusan, mudah terbawa suasana |
|
Systemic |
Terstruktur, tenang, teliti, berpikir mendalam |
Intelektual & Spiritual |
Visioner, mendalam, rapi |
Terlalu perfeksionis, sulit fleksibel |
B.
Gambar F‑4 Penjelasan Tipe P – Proactive
Gambar F‑5 Penjelasan Tipe I – Interactive
Gambar F‑6 Penjelasan Tipe E Emphatic
Gambar F‑7 Penjelasan Tipe S – Sistemic
2 PIES Personality Framework (Versi Orisinal, Filosofis & Islami)
a Tipe PROACTIVE (P) : Kepribadian Aksi, Manifestasi Potensi Fisik dalam Dimensi Jihad dan Istiqamah
Persona Diri: Kepribadian Proactive adalah pengejawantahan dari kekuatan quwwah al-jismiyyah (energi fisik) yang berfungsi sebagai penegak amanah dan pelaksana misi amal shalih. Ia merupakan cerminan watak para mujahid — yang teguh, kuat, penuh daya juang, serta tidak takut risiko dalam menunaikan tugas hidupnya.
Filosofi Islam: Al-Jihad al-Akbar – jihad melawan kemalasan, hawa nafsu, dan kemunduran ‘Amal (عمل) – orientasi pada tindakan nyata sebagai bentuk ibadah
Landasan Dalil:
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi…” (QS Al-Anfal: 60)
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur…” (QS As-Saff: 4)
Ciri Kepribadian:
- Berani memimpin dan mengambil inisiatif
- Tegas, tangguh, tidak suka berdiam diri
- Orientasi pada hasil nyata dan perubahan konkret
- Cenderung dinamis dan kompetitif dalam kebaikan
Arketipe Sabahabat Nabi: Khalifah Umar Bin Khatab
(Nabi Musa AS (tegas, aktif, membela yang tertindas)
Potensi Bahaya: Jika tidak dibingkai ruhiyah → menjadi kasar, ambisius, memaksakan kehendak
b Tipe INTERACTIVE (I): Kepribadian Relasional -Manifestasi Potensi Emosional dalam Dimensi Ukhuwah dan Dakwah
Persona Diri: Tipe Interactive adalah ekspresi dari quwwah al-nafsiyyah (energi emosi-jiwa) dalam bentuk interaksi positif, kasih sayang, dan daya tarik sosial. Mereka adalah pembawa rahmat yang menyatukan, membangkitkan semangat, dan menyalurkan cinta dalam bingkai ukhuwah islamiyyah.
Filosofi Islam: Ar-Rahmah – kasih sayang sebagai kekuatan utama dakwah Ukhuwah – relasi sosial yang dibangun atas dasar cinta karena Allah
Landasan Dalil:
“Sungguh telah datang kepada kalian seorang rasul dari kalangan kalian sendiri…” (QS At-Taubah: 128)
“Berbicaralah kepada manusia dengan perkataan yang baik.” (QS Al-Baqarah: 83)
Ciri Kepribadian:
- Ramah, hangat, mudah bergaul
- Mampu mempengaruhi dan menginspirasi
- Sangat responsif terhadap suasana sosial
- Cenderung optimis, ceria, penuh semangat
Arketipe Nabi: Khalifah Ustman Bin Affan, Nabi Muhammad SAW (rahmatan lil alamin, komunikator ulung)
Potensi Negatif : Jika tidak disandarkan pada niat lillah → menjadi pencari validasi, terlalu sensitif
c Tipe EMPHATIV (E): Kepribadian Jiwa — Manifestasi Potensi Ruhani dalam Dimensi Tazkiyah dan Hikmah
Persona Filosofis: Tipe Emphatic adalah perwujudan dari quwwah al-ruhiyyah (daya ruhani) yang berfungsi menyucikan jiwa dan meresapi makna hidup. Ia adalah refleksi dari insan yang dalam, lembut, dan sadar spiritual tinggi – menjadi pengemban hikmah dan penyembuh luka batin manusia.
Filosofi Islam:
- Tazkiyatun Nafs – penyucian jiwa sebagai inti tarbiyah
- As-Sukun – ketenangan batin dalam zikir dan kesadaran ilahiah
Landasan Dalil:
“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya.” (QS Asy-Syams: 9)
“Kecuali orang-orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.” (QS Asy-Syu’ara: 89)
Ciri Kepribadian:
- Reflektif, lembut, penuh empati
- Lebih suka mendengar daripada berbicara
- Memahami orang lain melalui intuisi batin
- Menghargai nilai-nilai dan makna terdalam
Arketipe Nabi: Khalifah Abu Bakar As-Shidiq
Nabi Isa AS (penyeru kedamaian dan kelembutan)
Potensi Bahaya: Jika tak dibimbing menjadi terlalu pasif, mudah cemas atau lari dari realitas
d Tipe SYSTEMIC (S): Kepribadian Intelektual — Manifestasi Potensi Akal dalam Dimensi Taujih dan Hikmah Strategis
Peesona Diri: Kepribadian Systemic adalah aktualisasi dari quwwah al-‘aqliyyah (energi intelektual) dalam bentuk perencanaan, analisis, dan pengambilan keputusan yang bijak. Mereka mencintai keteraturan, berpikir sistemik, dan bertanggung jawab terhadap kebenaran ilmiah sebagai bagian dari ibadah.
Filosofi Islam:
Tafakkur dan Tadabbur – berpikir sebagai ibadah
Hikmah Taujihiyyah – arahan yang bersumber dari pengetahuan yang matang
Landasan Dalil:
“Apakah sama orang yang mengetahui dan orang yang tidak mengetahui?” (QS Az-Zumar: 9)
“Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berpikir.” (QS Ali-Imran: 190)
Ciri Kepribadian:
- Analitis, logis, objektif
- Suka merancang dan membuat sistem
- Teguh pada prinsip dan struktur
- Pendiam tapi tajam dalam pengamatan
Arketipe Nabi: Khalifah Ali bin Abi Thalid
Nabi Sulaiman AS (pemimpin rasional, pembangun sistem kenegaraan)
Potensi Bahaya: Bila tidak dilandasi imanmenjadi kaku, dingin, atau terjebak logika tanpa empati, kurang empati
3 Formula Terapi Makanan & Olahraga Berdasarkan PIES Personality dan 4 Cairan Tubuh
|
Tipe PIES |
Cairan Tubuh |
Sifat Mizaj |
Ciri |
Kelemahan |
Terapi Olahraga |
Terapi Makanan |
|
P – Proactive |
Ṣafrā’ (Empedu Kuning) |
Panas & Kering |
Aktif, tegas, cepat emosi, pemimpin |
Mudah marah, gelisah, cepat lelah karena panas hati |
Pendinginan, Peregangan (yoga, berenang, jalan pagi) untuk menurunkan tensi panas dan agresi |
Makanan dingin & lembap: mentimun, semangka, labu, susu kambing, selada, lemon |
|
I – Interactive |
Dam (Darah) |
Panas & Lembap |
Ceria, ramah, ekspresif, mudah teralihkan |
Kurang fokus, mudah lelah emosional |
Aerobik ringan, bersepeda, zumba, senam gembira (untuk menyalurkan energi sosial) |
Makanan penyeimbang: sayur kukus, kurma, anggur, air putih hangat, rempah ringan |
|
E – Empathic |
Sawdā’ (Empedu Hitam) |
Dingin & Kering |
Sensitif, reflektif, mudah cemas atau depresi |
Overthinking, pesimis, cemas |
Jalan cepat di pagi hari, hiking ringan, menari sufi (gerakan ritmis) |
Makanan hangat & lembap: sup ayam, kurma hangat, kayu manis, jahe, madu, kacang almond |
|
S – Systemic |
Balgham (Lendir) |
Dingin & Lembap |
Tenang, sistematis, lambat, konsisten |
Lamban, malas, mudah dingin |
Latihan interval, skipping, jogging, berenang cepat, push-up ringan (aktifkan metabolisme) |
Makanan hangat & kering: lada hitam, jahe, madu, daging kambing, kurma, bawang putih |
4 Penjelasan Filosofis dan Klinis
a Proactive → Empedu Kuning
- Terlalu banyak panas kering → agresivitas, mudah tersinggung
- Olahraga pendingin dan relaksasi diperlukan (bukan kompetisi)
- Makanan harus menurunkan “safrā” berlebih agar tidak terbakar emosi
b Interactive → Darah
- Lembap dan hangat → cocok untuk hubungan sosial, tapi mudah kelelahan emosional
- Olahraga bersifat menyalurkan ekspresi, bukan kompetisi
- Makanan harus menyeimbangkan panas dan menghindari kelebihan glukosa
c Empathic → Empedu Hitam
- Kelebihan “sawdā’” → pikiran mendalam, namun cenderung stagnan dan negatif
- Perlu aktivitas ringan dan alam terbuka untuk membangkitkan optimisme
- Makanan hangat dan menghibur sangat membantu meningkatkan mood
d Systemic → Lendir
- Dingin dan lembap → lamban tapi konsisten
- Latihan fisik yang membangkitkan metabolisme penting
- Makanan penghangat seperti jahe dan lada menstimulasi energi positif
5 Saran Implementasi dalam Training PIES
- Tes PIES Personality → ketahui dominasi kepribadian
- Rekomendasi Gaya Hidup Personal → makanan, minuman, olahraga, jam tidur
- Workshop Kombinasi: PIES x Mizaj x Terapi Sunnah (Misalnya: Senam Pagi PIES, Kelas Masak PIES, Terapi Makanan PIES, dll.)
- Monitoring mingguan: tracking mood, semangat ibadah, konsentrasi, emosi
- Keunggulan/Kebaruan Novelty Model PIES Personality (vs model lain)
|
Aspek |
PIES Personality (Orisinal Islami) |
MBTI/DISC/STIFIn |
|
Basis Konseptual |
Fitrah, Potensi Dasar, Jiwa Islam |
Psikologi Barat |
|
Tujuan Utama |
Aktivasi Potensi & Insan Kamil |
Tipe kerja/perilaku |
|
Dimensi |
Fisik, Emosional, Intelektual, Ruhani |
Kognitif/emosional/otak |
|
Spirit Qurani |
Sangat eksplisit (Jihad, Ukhuwah, Tazkiyah, Tafakkur) |
Tidak ada |
|
Fungsi Pendidikan |
Penguatan karakter & tazkiyah |
Profil personal/kinerja |
|
Fungsi Dakwah |
Penyentuhan ruhani, empati, komunikasi hati |
Tidak tersedia |
|
Arah Transformasi |
Menuju keutuhan insan (ruh, akal, jasad) |
Adaptasi ke lingkungan |
|
Model Analogis |
Nabi Musa, Isa, Muhammad, Sulaiman |
Tidak tersedia |
Penjelasan Empat Tipe Potensi Personality PIES
Proactive (Proaktif): Kepribadian proaktif melibatkan sikap tangguh, inisiatif, dan ketahanan dalam menghadapi tantangan. Individu yang proaktif tidak menunggu kesempatan datang, tetapi menciptakan kesempatan dan bertanggung jawab atas hidupnya. Dalam konteks pendidikan, sifat proaktif ini membantu santri untuk lebih berinisiatif dalam belajar dan menghadapi masalah dengan solusi yang tepat.
Interactive (Interaktif): Kepribadian interaktif berfokus pada kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang lain. Individu dengan sifat interaktif mampu membangun relasi sosial yang sehat, menjaga kerjasama tim, dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Dalam dunia pendidikan, sikap ini sangat mendukung pengembangan kemampuan berkolaborasi di dalam maupun luar kelas.
Empathic (Empatik): Sifat empatik melibatkan kemampuan untuk merasakan dan memahami perasaan orang lain. Kepribadian ini sangat penting dalam pendidikan untuk menciptakan lingkungan yang peduli dan mendukung antar individu. Kepekaan terhadap perasaan orang lain memfasilitasi terciptanya ikatan sosial yang kuat dan dapat membantu peserta didik untuk lebih memahami perspektif yang berbeda.
Systemic (Sistemik): Kepribadian sistemik mencakup kemampuan untuk melihat gambaran besar dan memahami hubungan antar bagian-bagian yang lebih kecil dalam suatu sistem. Individu dengan sifat sistemik memiliki kemampuan untuk berpikir secara menyeluruh dan terstruktur, memecahkan masalah secara komprehensif, serta merencanakan langkah-langkah yang efektif dalam mencapai tujuan.
6 Sintesis Model PIES Potensi Personality
Model ini didasarkan pada beberapa sintesis antara lain
- Teori Islam klasik (Al-Ghazali: Qalb, Ruh, Nafs, Aqal)
- Psikologi kepribadian klasik dan modern (Hippocrates-Galen, Ibnu Sina, DISC, MBTI, STIFIn, Carl Jung)
- Teori Kecerdasan Majemuk (Howard Gardner)
- Nilai-nilai Al-Qur’an (fitrah, tazkiyah, aktualisasi diri)
7 Perbandingan Model PIES dengan Model Lain (Unsur Pembeda)
|
Aspek |
PIES Model |
DISC/MBTI/STIFIn |
Kecerdasan Majemuk |
Al-Ghazali |
|
Dimensi |
Holistik 4 aspek jiwa |
Kepribadian & perilaku |
Kecerdasan kognitif & minat |
Jiwa (qalb-nafs-ruh-aqal) |
|
Basis Nilai |
Terintegrasi dengan Islam |
Netral sekuler |
Sekuler |
Islam & akhlak |
|
Tujuan |
Aktualisasi diri dan ibadah |
Efisiensi kerja |
Optimalisasi potensi |
Ma’rifatullah |
|
Metode |
Self-mapping, refleksi, tahapan 6T |
Survei kuantitatif |
Observasi & pemetaan |
Penyucian jiwa |
|
Output |
Karakter, motivasi, arah hidup |
Deskripsi kepribadian |
Pengembangan kecerdasan |
Insan kamil |
8 Instrumen PIES Potensi Personality
Dalam mendeteksi personality (potensi diri) digunakan seperangkat tes tulis untuk mengetahui diantaranya:
- Tes Kecerdasan Dominan
- Tes Tipe Kepribadian PIES
- Tes Gaya Belajar & Komunikasi
- Tes Kematangan Emosi & Spiritualitas
- Pemetaan Profil PIES (Grafik 4 Potensi)
- Tes jenis kecerdasan dominan (verbal, logis, musikal, dsb.)
- Tes gaya belajar dan komunikasi
- Tes kepribadian PIES (P-I-E-S)
- Tes tingkat aktualisasi dan keseimbangan potensi
- Grafik Peta Potensi Diri (PIES Map Profile)
9 Bidang Implementasi PIES Potensi Personality
- Pendidikan (kurikulum karakter)
- Pesantren (training motivasi dan ruhiyah)
- Organisasi (Pengembangan SDM)
- Parenting dan Coaching
- Bimbingan Konseling & Terapi Islami
Sementara penerapan dalam organisasi bisa digunakan dalam berbagai organisasi diantaranya:
- Pendidikan – Karakter, literasi diri, dan career planning
- Pesantren – Aktivasi ruhiyah, motivasi, akhlak santri
- Organisasi – Manajemen SDM berbasis potensi dan nilai
- Parenting – Pemahaman pola bakat dan gaya belajar anak
- Coaching & Konseling – Intervensi psikospiritual berbasis potensi
10 Kebaruan PIES Potensi Personality
- PIES bukan sekadar gabungan teori. Ia adalah Sintesis Terpadu: Mengintegrasikan kepribadian, kecerdasan, emosi, spiritualitas dalam satu peta potensi
- Berbasis Islam: Memandu manusia sesuai fitrah dan nilai Qurani
- Adaptif & Aplikatif: Tersedia modul training, alat ukur, dan tahapan pengembangan diri
11 Pembeda Tes PIES Potensi Diri dengan Tes lainnya adalah
- Holistik – Menyeluruh: fisik, akal, hati, ruh
- Spiritualistik – Selaras dengan nilai Qur’ani dan fitrah
- Terukur – Memiliki alat ukur dan tahapan jelas (6T)
- Aplikatif – Dapat diterapkan dalam berbagai konteks
- Fleksibel – Untuk anak, remaja, dewasa, lembag
Training PIES adalah sebuah program pelatihan yang dirancang oleh PiES Institute sebuah lembaga training SDM yang berfokus pada pengenalan potensi diri (empat dasar dimensi potensi manusia: Physicall, Intelectual, Emotional, spiritual) dan aktivasi potensi diri bagi anak muda khusunya ditingkat SMA/MA. PiES sendiri memiliki program training dengan berbagai segmen diataranaya: PIES Parenting, PIES Sales Marketing, PIES MPP Masa Persiapan Pensiun, PIES Teacher (Guru Kreatif), PiES Leadership (program training untuk para pemimpin perushaan). Dalam konteks penelitian ini jenis training PiES yang diberikan kepada santri MBI Amanatul Ummah adalah training “PIES Star Camp”.
[1] Ibid.
Didik Madani, S.Sos., M.Med.Kom
CEO/Founder PIES Institute
www.pies.co.id
© PIES Institute | Materi & Metodologi Dilindungi oleh UU HAKI | PT PIES DIDIK MADANI
