PiES – Power Speaking – Cara Menggunakan Gaya Bicara yang Baik (4)

 

Didik Madani Power Speaking – Memperbaiki bahasa tubuh dapat membuat perbedaan yang besar ketika seseorang menilai kepribadian Anda. Bahasa tubuh yang baik dapat menunjukkan bahwa Anda memiliki kecakapan, daya pikat, dan suasana hati yang positif.

  1. Efektifkan penggunaan tangan Anda.

Daripada Anda menggunakan tangan untuk hal-hal yang dapat mengganggu perhatian lawan bicara , seperti disebutkan dalam point 11 di atas, lebih baik  menggunakan tangan untuk membantu menjelaskan apa yang disampaikan.

  1. Rendahkan gelas minuman Anda.

Seringkali kita berbicara dengan seseorang sambil memegang gelas minum di depan dada kita. Sikap ini agak kurang baik karena akan membuat ‘jarak’ yang cukup jauh antara Anda dan lawan bicara. Rendahkan posisi gelas minuman Anda, bahkan jika perlu memegangnya sampai di dekat kaki.

  1. Jangan berdiri terlalu dekat.

Orang yang merubah posisinya menjadi terlalu dekat pada lawan bicaranya dapat menandakan bahwa ia sedang menyembunyikan sesuatu atau mempunyai maksud tertentu. Selain itu, tentu saja akan membuat lawan bicaranya menjadi tidak nyaman. Jagalah selalu jarak ’privacy’ antara Anda dan lawan bicara.

  1. Berkaca.

Dalam buku-buku mengenai penjualan, saya sering menemukan tentang istilah berkaca ini. Pada intinya ketika dua orang terkoneksi dan melakukan hubungan pembicaraan yang positif, mereka secara tidak sadar akan saling berkaca satu sama lain. Dalam arti Anda akan sedikit meniru bahasa tubuh lawan bicara, begitu juga sebaliknya.

Anda dapat juga melakukan teknik berkaca yang proaktif (dengan sadar) untuk lebih meningkatkan kualitas hubungan dan lawan bicara Anda. Sebagai contoh, jika lawan bicara sedikit mencondongkan badannya ke depan, Anda dapat juga mencondongkan badan ke depan. Jika lawan bicara menaruh satu tangannya di atas meja, Anda juga dapat melakukan hal yang sama. Namun tetap perlu diingat, jangan melakukan gerakan tiruan dengan jeda waktu yang sangat singkat dan hampir semua gerakan ditiru. Lawan bicara Anda akan melihat suatu keanehan dan tampak seperti sirkus.

  1. Jagalah selalu sikap Anda.

Apa yang Anda rasakan akan tersalur lewat bahasa tubuh dan dapat menjadi perbedaan yang besar terhadap kualitas hubungan Anda dan lawan bicara. Tetaplah jaga sikap yang positif, terbuka dan santai.

Perlu diingat bahwa Anda dapat merubah bahasa tubuh yang kurang baik, tentu saja selama Anda memahami bahwa untuk menciptakan kebiasaan yang baru memerlukan sebuah proses. Jangan juga mencoba melakukan semua dengan sekaligus karena akan membuat Anda bingung dan penat.

Fokus saja pada 2-3 bahasa tubuh yang menjadi prioritas Anda dan perbaiki terus menerus selama 3-4 minggu. Setelah waktu tersebut Anda akan menciptakan suatu kebiasaan yang baru. Kemudian Anda dapat melanjutkannya lagi untuk 2-3 bahasa tubuh berikutnya.(*)

Komentar (0 komentar)

 

Scroll to Top