Mengenal Potensi Diri, Karir dan Passion.

Oleh Didik Madani

Setiap  individu  memiliki  permasalahan  dalam  hidupnya.  Permasalahan  terbesar  dalam hidup  adalah  mengenali potensi diri sendiri. Sebab  dengan  mengenali potensi  diri  akan  mampu  memenangkan  kita  dalam kehidupan.  Untuk  itu,  sering  dikatakan mengenal   potensi   yang   ada   dalam   diri   adalah   hal   mendasar   seorang   manusia   dalam membentuk  dan  membangun masa  depannya. 

Pernahkah  anda  mengalami  krisis  kepercayaan  diri  atau  dalam  bahasa  sehari-hari “tidak  pede”  dalam  menghadapi  suatu  situasi  atau  persoalan?

Setiap manusia  pasti pernah mengalami krisis kepercayaan diri dalam kehidupannya sejak masa anak-anak, dewasa hingga usia lanjut. Krisis kepercayaan diri dapat lahir dikarenakan:

  1. Pemahaman dalam mengenali potensi  diri  sehingga  diperlukan  sikap  dan  motivasi  yang  kuat
  2. Lingkungan  kerja  yang  mampu menghidupkan  potensi  diri
  3. Kebutuhan  material  (benda,  data  atau  orang)  yang  membuat  anda senang
  4. Memahami keterampilan yang dimiliki sehingga mampu berjalan optimal dalam bekerja dan   adanya   imbalan (reward   and   punishment)
  5. Sebagai   penyemangat   dalam   menjalani kehidupan.

krisis adalah  salah  satu  sarana  mengenali  dan  mengasah  potensi  diri. Namun apakah semua cukup? Tentu tidak, sebab potensi diri itu harus dibiasakan, digali, lalu dikembangkan terus menerus. Semoga artikel in ibisa membantu Anda dalam mengenali potensi terbaik diri Anda.

Pepatah mengatakan ‘ala bias karena biasa’. Meski itu pepatah lama, namun kontennya masih relevan dengan situasi kekinian. Untuk membiasakan sesuatu tentu dimulai dari langkah pertama.

Jika itu mampu dilakukan, maka kebiasaan  yang  ada  akan  terpola  dan  mampu  dijalankan secara  terus  menerus.  Kebiasaan adalah  segala  sesuatu  yang kita  lakukan  secara  otomatis,  bahkan  kita  melakukannya  tanpa  berpikir.

Habits adalah  suatu aktivitas  yang  dilakukan  terus  menerus  sehingga  menjadi  bagian  dari  seorang  manusia.  Dia adalah   kebiasaan   kita.(Felix   Siauw:   2013)

Modul   ini   akan   berusaha   membantu   para mahasiswa  dalam  mengenali,  mengembangkan  dan  melejitkan  potensi  diri  sehingga  mampu  sukses di masa mendatang.

POTENSI DIRI

Setiap  individu memiliki  potensi  diri yang berbeda.  Itu  semua  merupakan  karunia  dari Allah   SWT   yang   dapat   dikembangkan   setiap   individu   untuk   menjalani   hidupnya. Untuk  mengetahui  potensi  diri,  maka  seorang  individu  harus  mampu  mendapatkan  pengetahuan  mendasar  tentang  apa  itu  potensi  diri. 

Potensi  berasal  dari  kata  “ to  potent ”  yang  artinya  kekuataan atau power. Menurut Dr. Buchari Zainun, MPA, potensi adalah “daya” yang bersifat  positif dalam bentuk kekuataan dan negatif dalam bentuk kelemahan.  

Potensi  diri  juga  dapat  diartikan  sebagai  kemampuan  dan  kekuatan  yang  dimiliki  oleh seseorang  baik  fisik  maupun  mental yang  dimiliki  seseorang  dan  mempunyai  kemungkinan  untuk dikembangkan bila dilatih dan di tunjang dengan sarana yang baik, sedangkan diri adalah seperangkat proses atau ciri-ciri proses fisik,perilaku dan psikologis yang dimiliki.

Seorang ahli psikologi  dari  Harvard  School  of  Education  Amerika,  Prof.  Howard  Gardner  mengenalkan  ada sembilan  potensi  kecerdasan  manusia  yang  harus  ditumbuh kembangkan  yakni :

9 Potensi Kecerdasan Howard Gardner

1.Kecerdasan linguistik (Linguistic intelligence)
Kemampuan untuk menggunakan dan mengolah kata – kata secara efektif baik secara oral maupun secara tertuliscontohnya pencipta puisi, editor, jurnalis, dramawan, sastrawan, orator. Tokoh terkenal seperti : Sukarno, Paus Yohanes Paulus II, Winston Churhill.

2. Kecerdasan matematis-logis (Logical – mathematical intelligence)
Kemampuan ini berkaitan dengan penggunaan bilangan dan logika . Jalan pikiran bernalar dengan mudah mengembangkan pola sebab akibat .
contohnya matematikus, programer, logikus. Tokoh terkenal seperti : Einstein (ahli fisika), Habibie (ahli pesawat)

3. Kecerdasan ruang (Spatial intelligence)
Kemampuan untuk menangkap dunia ruang visual secara tepat dan kemampuan untuk mengenal bentuk dan benda secara tepat serta mempunyai daya imaginasi secara tepat. contohnya pemburu, arsitek, dekorator. Tokoh terkenal seperti Sidharta (pemahat), Pablo Pacasso (pelukis)

4. Kecerdasan kinestetic-badani (bodily- kinesthetic intelligence)
Kemampuan menggunakan tubuh atau gerak tubuh untuk mengekspresikan gagasan dan perasaan .contohnya aktor, atlet, penari ahli bedah. Tokoh terkenal seperti : Charlie Chaplin (pemain pantonim yang ulung), Steven Seagal (actor)

5. Kecerdasan musikal (Musical intelligence)
Kemampuan untuk mengembangkan , mengekspresikan dan menikmati bentuk – bentuk musik dan suara, peka terhadap ritme, melodi, dan intonasi serta kemampuan memainkan alat musik. contohnya komponis. Tokoh terkenal seperti Beethoven, Mozart.

6. Kecerdasan interpersonal (Interpersonal intelligence)
Kemampuan untuk mengerti dan menjadi peka terhadap perasaan, intensi, motivasi, watak, temperamen orang lain. Kemampuan yang menonjol dalam berelasi dan berkomunikasi dengan berbagai orang. contohnya komunikator, fasilitator. Tokoh terkenal Mahatma Gandhi (tokoh perdamaian India), Ibu Teresa (Pejuang kaum miskin)

7. Kecerdasan intrapersonal (Intrapersonal intelligence)
Kemampuan berkaitan dengan pengetahuan akan diri sendiri dan kemampuan untuk bertindak secara adaptif berdasar pengalaman diri serta mampu berefleksi dan keseimbangan diri, kesadaran tinggi akan gagasan – gagasan . Mereka mudah berkonsentrasi dengan baik, suka bekerja sendiri dan cenderung pendiam. Contohnya para pendoa Ahli Agama.

8. Kecerdasan lingkungan/aturalis (Naturalist intlligence)
Kemampuan untuk mengerti flora dan fauna dengan baik, menikmati alam, mengenal tanaman dan binatang dengan baik. Tokoh terkenal Charles Darwin

9. Kecerdasan eksistensial (Exixtential intlligence)
Kemampuan menyangkut kepekaan dan kemampuan seseorang untuk menjawab persoalan – persoalan terdalam keberadaan atau eksistensi manusia. contohnya persoalan mengapa ada, apa makna hidup ini. Tokoh terkenal seperti Plato, Sokrates, Thomas Aquina.

POTENSI DIRI MANUSIA

Seorang Public Speaker, penulis buku Didik Madani asal Indonesia dalam bukunya berjudul PIES Temukan kode Kekayaan Hidup” menjelaskan, potensi diri manusia dibedakan  menjadi  dua  bentuk  yaitu  potensi  fisik  dan  potensi  mental  atau psikis. Potensi fisik menyangkut keadaan dan kesehatan tubuh, wajah,  dan  ketahanan  tubuh,  sedangkan  potensi  psikis  berhubungan  dengan  IQ  ( Intelegensi Quotient), EQ (Emotional Quotient), dan SQ (Spiritual Quotient) PIES Quotient

Jika seseorang memaksimalkan ke empat kecerdasan itu (PIES Quotient), maka akan mampu menghasilkan kecerdasan AQ Adversity Quatient dimana AQ (kematangan dan kedewasaan) pribadi seseorang akan sangat tergantung dengan perjalanan hidup masing-masing, Adversity quotient (AQ) adalah:

  1. Suatu konsep kerangka kerja guna memahami dan meningkatkan semua segi dari kesuksesan,
  2. AQ adalah suatu ukuran bagaimana seseorang berespon terhadap kesulitan
  3. Adversity quotient (AQ) merupakan kematangan, kemampuan seseorang dalam berespon terhadap kesulitan.

Menurut Didik Madani ada 2 potensi (Fisik dan Mental) yang bisa dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan seseorang dalam kehidupan, diantaranaya:

POTENSI FISIK

Meliputi tubuh dan anggotanya beserta prosesnya. Potensi diri fisik adalah kemampuan yang dimiliki seseorang yang dapat dikembangkan dan ditingkatkan apabila dilatih dengan baik. Kemampuan yang terlatih ini akan menjadi suatu

kecakapan,  keahlian,  dan  ketrampilan  dalam  bidang  tertentu.  Potensi  diri  fisik  akan  semakin berkembang bila secata intens dilatih dan dipelihara. (otot Meylin)

POTENSI MENTAL ATAU PSIKIS

Potensi diri psikis adalah bentuk kekuatan diri secara kejiwaan yang dimiliki seseorang

dan memungkinkan untuk ditingkatkan dan dikembangkan apabila dipelajari dan dilatih dengan

baik. Potensi mental itu diantaranya:

  1. Proses diri: merupakan alur atau arus pikiran,emosi dan tingkah laku yang konstan.
    1. Diri sosial: adalah bentuk fikiran dan perilaku yang diadopsi saat merespon orang lain dan masyarakat sebagai satu kesatuan yang utuh.
    1. Konsep diri: adalah gambaran mental atau keseluruhan pandangan seseorang tentang  dirinya dan masa depan.

SDM BERKUALITAS

Membangun  SDM  yang  berkualitas  tidak  cukup  dengan  mengandalkan  kecerdasan

intelektual   (IQ)   semata,   perlu   didukung   pula kecerdasan   emosional   (EQ)   yang   didasari kesadaran  akan  kebenaran  sejati.  Kesadaran  akan  kebenaran  sejati  adalah  penyadaran  diri sepenuhnya terhadap nilai-nilai luhur yaitu nilai-nilai Ketuhanan. Ajaran agama dan kepribadian sangatlah penting dalam membentk SDM berkualitas, sedangkan nilai-nilai budaya dan norma sosial menjadi penyeimbang dalam menemukan kebenaran sejati.

EQ selama ini luput dari perhatian sebagian orang, Patricia Paton menyebutkan bahwa kebanyakan   kalangan   bisnis   menganggap   EQ   merupakan masalah   ringan sehingga penanganannya sering hanya diserahkan kepada kalangan keagamaan atau keluarga. Padahal dalam era  globalisasi, mengembangkan  dan  memimpin  kegiatan  bisnis  dengan  mengabaikan aspek emosional berarti membiarkan dan membawa perusahaan keposisi lemah.

Ada empat  batu  pijakan  kecerdasan  emosional  (EQ)  yang  dapat  dijadikan  dasar  SDM  menjadi sukses, yaitu:

(1) Karakter, (2) Prinsip-prinsip, (3) Nilai-nilai, dan (4) Paradigma.

Pertama,  Karakter 

merupakan  dasar  terbentuknya  jati  diri  seseorang  yang  terpancar

melalui sikap, prilaku, tindakan sehari-hari. Dengan karakter yang ada pada dirinya melahirkan

potensi  seseorang  untuk bertindak  dan  bereaksi  baik  yang  positif  maupun  yang  negatif.

Karakter  akan  sangat  menentukan  hubungan  yang  dijalin  seseorang  dengan  orang  lain.

Karakter tercermin dalam 8 (delapan) prinsip utama ”penyuluh”, yaitu: welas asih (compassion), suara  hati  (conscience),  keberanian  (courage),  keunggulan  (excellence),  kejujuran (honesty),integritas (integrity), keterbukaan (openness), dan penghargaan (respectfulness).

Kedua, Prinsip-prinsip

terbentuk sejak kanak-kanak. Dalam perjalanannya prinsip dalam diri  seseorang  akan  terganggu  oleh  adanya  pengalaman  dan  kekecewaan-kekecewaan  yang dihadapi   dalam   kehidupannya.   Dengan   prinsip-prinsip   ini,   seseorang   akan   menjalani kehidupannya termasuk berhubungan dengan orang lain sejalan dengan arah dan tujuan hidup yang  jelas.  Prinsip-prinsip  kehidupan  yang  ada  dalam  dirinya  membantu  mengarahkan  dan

menunjukkan jalan menuju kesuksesan.

Ketiga, nilai-nilai

merupakan standar pribadi yang menuntut seseorang dibenarkan atau tidak  dalam  berperilaku.  Sehingga  seseorang  dalam  bertindak  dan  berperilaku  yang  menjadi ukurannya adalah sesuai tidak dengan nilai-nilai yang ada. Disinilah letaknya orang lain setuju atau tidak setuju apa yang kita lakukan.

Keempat, paradigma

merupakan cara seseorang melihat dan memandang dunia, bukan pandangan  secara  visual,  tetapi  menurut  persepsi,  pemahaman,  dan  penafsiran.  Dalam kehidupan  dan  hubungan  antar  manusia  (dalam  dunia  kerja)  kesuksesan  seseorang  akan sangat  bergantung  pada  bagaimana  dirinya  memandang,  memahami,  mempersepsikan  dan menafsirkan berbagai kejadian dan tantangan.

SDM BERKUALITAS DAN UNGGUL

Paul Stoltz (2000) menjelaskan ada kecerdasan baru yang dibutuhkan seseorang dalam

menjalani kehidupan   dan   meraih   kesuksesan,   yaitu   kecerdasan   ketangguhan   (Adversity Quotient/AQ). Dengan kecerdasan  ini  seseorang akan  mampu  melewati masalah  sesulit apapun dan  mampu menemukan  jalan  keluarnya.  Selanjutnya SDM  pada  era  global harus memiliki kompetensidan excellent (keunggulan).  Kompetensi  adalah  seperangkat  tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh   masyarakat   dalam   melaksanakan   tugas-tugas  sesuai   dengan  bidang   pekerjaannya.

Kompetensi  pada  era  global  sangat  dipentingkan,  karena  pada  era  ini  akan  melahirkan  suatu dunia baru yaitu suatu dunia yang terbuka dengan berbagai aspek positif dan negatifnya. Sedangkan   yang   dimaksud   dengan   unggul   adalah   adanya   nilai   plus   dalam   diri seseorang. 

Steven  R.Covey,  penulis  buku  Tujuh  Kebiasaan  Manusia  menyebutkan harapan  sosial  yang  terlalu  muluk  untuk  salah  satu anaknya yang ternyata berkemampuan fisik dan mental dibawah rata-rata. Tapi ia gagal. Yang ia  lakukan kemudian  adalah  merubah  visinya  tentang  anaknya  tumbuh  sesuai  dengan  alur kemampuannya.   Tapi   ternyata   itulah   jalan   yang   membuat   anaknya   mencapai   prestasi besar.

CARA MENGENALI POTENSI DIRI

Ada beberapa cara dalam mengetahui potensi diri.

  1. Mengenali bidang apa yang kita senangi.

Sehingga melahirkan semangat atas apa yang kita lakukan. Misalnya seseorang senang buku motivasi, maka dia akan bersemangat membeli  buku-buku  motivasi  meski  harus  mengeluarkan  uang  berapapun.  Semua  dilandasi atas dasar kesenangan atau hobi.

  • Bertanya  kepada  orang  terdekat.

apakah  itu  orang  tua,  sahabat,  keluarga maupun  kakak-adik.  Bagaimanapun  orang  terdekat  adalah  kunci  utama  yang  memahami bagaimana sesungguhnya potensi diri anda.

  • Ketiga,  mencoba  hal  baru

Dengan  membiasakan  banyak  bergaul  dalam  kehidupan sehari-hari. Dengan pergaulan yang makin luas, maka wawasan akan luas sehingga kita akan menemukan potensi diri yang tersembunyi.

  • Banyak  “membaca” 

Melihat,  mendengar  dan  merasakan  sehingga  kita  akan mendapatkan banyak pengetahuan dan informasi. Bacaan dan tontonan adalah sebuah potensi yang jika dikembangkan akan membantu menapaki kesuksesan di masa depan.

KARIR DAN PASSION

Hampir sebagian besar dari kita menjalani hidup yang hampir sama, menghabiskan 12 tahun untuk bersekolah hingga SMU ditambah 4-5 tahun belajar di Perguruan Tinggi, berjuang untuk  memperoleh  pekerjaan  dengan  gaji  tinggi,  naik  pangkat,  punya  rumah  dan  mobil, menikah,  menyekolahkan  anak-anak  di  sekolah  terbaik  untuk  mengulang  kembali  siklus  hidup seperti yang kita jalani.

  • Pertanyaan berikutnya adalah benarkah siklus hidup seperti itu yang benar-benar ingin kita  jalani  ? 
  • Apakah  pekerjaan  yang  kita  jalani  sepanjang  hidup  itu  adalah  karir  kita  ? 
  • Apakah kita bahagia dan puas dengan hidup kita ?

Sebagian besar mahasiswa memberikan jawaban yang sama bila mendapat pertanyaan tentang  apa  yang  akan  dilakukan  dalam  hidupnya  setelah  menyelesaikan  kuliahnya. 

Memang demikianlah   paradigm   yang   berlaku   di   masyarakat   kita,   kurang   memberi   ruang   dan penghargaan terhadap keunikan diri. Namun tidak berarti kita tidak bisa melawan arus. Menurut Rene Suhardono dalam bukunya Your Job is not Your Career: Your job should never define you, Pekerjaanmu tidak pernah menggambarkan siapa dirimu. Pekerjaanmu belum tentu sama dengan Karirmu.

Apa perbedaan “Pekerjaan dan Karir” ?

Rene Suhardono, juga menjelaskan perbedaannya sebagai berikut :

Pekerjaan adalah :

  1. Alat/instrument bagi perusahaan untuk mencapai tujuan organisasi;
  2. Sarana bagi individu untuk memenuhi kebutuhan hidup dan berkarya;
  3. Jalan untuk berkembang secara pribadi dan professional, dan Kendaraan   untuk  memperoleh   pencapaian   pribadi   (personal   achievement)   dan berkontribusi bagi lingkungan (to give back to the community).

Karir adalah :

Sepenuhnya   mengenai   diri   sendiri,   menyangkut   jawaban   atas   pertanyaan-pertanyaan di atas :

  1. Bagaimana  mengenal  keunikan  diri  dan  mengetahui  hal-hal  yang  amat  sangat  diminati (your passions);
  2. Bagaimana menjalankan kehidupan bermakna (your purpose of life);
  3. Bagaimana kita ingin diingat saat tiada nanti (your Value);
  4. Bagaimana untuk senatiasa punya pandangan positif sepanjang hidup (your Motivation);
  5. Semangat untuk terus melakukan perbedaan dalam hidup SEKARANG (your Action);
  6. Bagaimana mencapai kebahagiaan dan kepuasan/ketercapaian dalam hidup.

Karir  adalah  totalitas  kehidupan  professional  sejak  bangun  di  pagi  hari  hingga  kembali terlelap  tidur.  Tidak  semata-mata  terkait  dengan  cara -cara  memperoleh  penghidupan.  Tujuan karir tidak lain adalah kebahagiaan dan ketercapaian. Karir kita dikendalikan oleh passion kita. Karir kita adalah milik kita, karir kita adalah kita. Kita adalah bos dari karir kita, tidak seorangpun dapat memecat kita dari karir kita.

Passion (Hasrat/KeCintaan)

Passion  adalah  segala  hal  yang  kita  sukai  atau  minati  sedemikian  rupa  sehingga  tidak

terpikir   untuk   tidak   melakukannya.   Passion   adalah   segala   macam   wujud   keunikan,

keistimewaan yang kita miliki dan rasakan. (Suhardono, 2012). Lebih lanjut Rene Suhardono menjelaskan bahwa Passion tidak ada kaitannya dengan kebiasaan   ataupun   keahlian   kita,   namun   justru   berhubungan   dengan   segala   hal   yang menggugah  minat  pribadi.  Apa  pun  itu.  Passion  bukan  sesuatu  yang  merupakan  keahlian  kita, tetapi sesuatu yang paling kita nikmati dan minati. Passion adalah sesuatu yang sangat sangat kita ingin lakukan dengan sepenuh hati.

Passion adalah kekuatan kita.

Erwin  Gutawa  telah  dikenal  sebagai  musisi  besar  yang  dimiliki  negeri  ini.  Erwin menemukan   passionnya   di   bidang music sejak   masih   duduk   di   bangku SD.   Meskipun menyelesaikan  sekolahnya  hingga  jenjang  S1  dibidang  Arsitektur,  tetapi  sepanjang hidupnya Erwin  tidak  pernah  melepaskan  kecintaannya  terhadap  music. Semasa  kuliah  setiap  minggu Erwin  mengisi  acara  Orkestra  Telerama  di  TVRI  pada  tahun  1980an  secara  rutin,  bahkan dipercaya  membuat  aransemen  Orkestra  oleh  almarhum  Isbandi  sebagai  pimpinan  Orkestra pada waktu itu,di sela-sela kesibukkannya menjalan Tugas Akhir, Erwin masih sempat mencuri waktu  untuk rekaman  musik. 

Setelah  lulus  kuliah,  Erwin  memantapkan  diri  untuk  menjalani hidup  mengikuti  passionnya,  berkarir  di  bidang  musik.  Saat  ini  Erwin  menjadi  pemimpin Orkestra   miliknya   sendiri,   menghasilkan   karya-karya   besar   di   bidang   musik,   termasuk menggelar konser   Chrisye   bertajuk   Kindung   Abadi,   menghadirkan   sosok   Chrisye   yang menyanyikan lagu baru meskipun Chrisye telah tiada. Sebuah pencapaian luar biasa.

Sumber: https://studylibid.com/doc/78810/mengenal-potensi-diri–karir-dan-passion

Cara Menemukan Passion agar sesuai potensi Diri

Memilih bidang pekerjaan yang sesuai dengan passion atau minat merupakan cita-cita banyak orang. Bagaimana tidak, kita bisa bekerja dengan bersemangat, menikmati, dan tentu hasilnya pun lebih optimal, dibanding dengan melakukan sesuatu secara terpaksa. Tetapi tak semua orang tahu apa yang menjadi passion dirinya.

Ada 7 cara bisa dipakai sebagai panduan untuk mengetahui apa sebenarnya passion kita.

Cara Menggali Passion

  1. Apa rasa irimu?
  2. Siapa Role Modelmu / Mentor / Idolamu
  3. Tanya 3 Sahabatmu, siapa dirimu
  4. Kembali masa kecilmu
  5. Ingat momen paling happy
  6. Jika perusahaan membayar dirimu jadi relawan, apa yang kamu kerjakan
  7. Tanya psikolog atau Lakukan Tes PIES
  1. Gali Rasa Irimu

Dari rasa iri Rasa iri tidak selamanya buruk, melainkan bisa jadi indikator dari sesuatu yang orang lain punya dan kita inginkan. Certified Career and Life Coach, Allison Task mengatakan dirinya kadang mengidentifikasi rasa cemburu kliennya pada seseorang, untuk menemukan passion atau apa yang mereka inginkan dalam karier. Contohnya, jika iri dengan pekerjaan orang lain seperti pengacara. Padahal, kamu tidak punya ketertarikan di bidang hukum. Coba gali apa yang membuatmu iri? Apakah gengsinya? Pekerjaannya yang sering jalan-jalan? Pakaian rapi? Kesejahteraan? Bagaimana dengan jam kerja yang ketat hingga kehidupan pribadi dikesampingkan orang berprofesi pengacara?

“Dari seseorang yang membuat kita iri, kita bisa mengenali aspek spesifik dari pekerjaan atau hidup mereka yang juga ingin kita miliki, bisa membantu menemukan komponen dari pekerjaan atau kehidupan yang  diinginkan,” ujarnya. Allison mengusulkan agar kita menemukan setidaknya tiga sampai lima orang yang membuat kita “iri”. Lalu, gali lebih dalam untuk menemukan aspek apa dalam hidup mereka yang membuat kita juga ingin meraihnya. Keahlian yang mau dipelajari Allison menceritakan pengalamannya dengan seorang kliennya. Seorang ibu yang benar-benar sibuk mengurusi anak-anak, orang tuanya, hewan peliharaan, hingga siswa pertukaran pelajar. Sedangkan suaminya kerap bepergiaan untuk kerja.

Dalam mendalami tahapan karirnya, belakangan ia menyadari bahwa dirinya punya pekerjaan yang penting dan banyak orang bergantung padanya. “Dia menikmati pekerjaan itu,” kata allison. Ia menginginkan punya kesempatan yang lebih untuk merawat dirinya sendiri. Belakangan, ibu tersebut mengambil sertifikasi yoga. Bukan karena ingin mengajar. Tapi ia ingin mempelajari bagaimana merawat diri untuk kebahagiaan yang sejatu dalam mendapat pengetahuan. Kita bisa menerapkan contoh tersebut pada diri kita masing-masing untuk menemukan passion diri.

  • Siapa role modelmu?

Temukan setidaknya tiga orang role model atau panutan dalam hidup kita. Lalu, pikirkan secara spesifik tentang masing-masing dari mereka yang membuat kita terinspirasi.

Misalnya, karena kecerdasannya, gebrakan yang dibuat, kecantikannya, dan lainnya. Hal ini bisa membantu kita untuk mengidentifikasi nilai-nilai yang kita miliki. Ini menjadi bagian dari apa passion kita yang sebenarnya. Ilustrasi. Apa passion yang berhenti kamu kejar di pertengahan umur 20 Tahun Banyak atlet atau musisi yang berhenti mengejar mimpinya pada umur pertengahan 20 tahun karena masalah waktu, misalnya terhambat pekerjaan penuh waktu. Tanyakan, apa yang kira betul-betul sukai tapi berhenti mengejarnya karena sejumlah alasan. Misalnya kita ingin jadi pemain basket. Saat tidak bisa menjadi atlet, mungkin kita bisa memilih perspektif lainnya, seperti menjadi penggemarnya, membuat komunitas, bahkan menjadi pelatih. “Baik passion itu adalah karier maupun hobi, selalu ada jalan untuk kembali meraihnya,” kata Allison.

Keunikan diri Beberapa orang ragu ketika diminta menyebutkan keunikan dirinya. Tujuan mengenali keunikan diri bukan untuk sombong, tapi untuk lebih terbuka mengenali diri sendiri. Keunikan-keunikan kecil yang ada pada diri kita bisa jadi mengarahkan kita pada apa passion kita sebenarnya.

  • Tanyakan pada tiga sahabat

Apa yang membuatmu spesial Mungkin kita malu untuk membunyikan kelebihan diri kita. Tapi sahabat-sahabat terdekat kita punya alasan mengapa dari banyak orang di dunia ini, mereka memilih kita sebagai sahabat mereka. Apa yang membuatmu spesial di mata mereka? Mungkin karena kamu humoris, dapat dipercaya, atau orang yang perhatian. Evaluasi apakah kelebihan Anda tersebut memang sejak dulu melekat dalam kepribadian Anda atau terus berkembang. Cocokkan dengan jawaban pada poin pertanyaan sebelumnya. Keunikan ini adalah yang membuatmu menjadi kamu.

  • Kembali ke masa kecil Masa kecil

Salah satunya saat masih duduk di bangku sekolah dasar, adalah masa yang membahagiakan dalam hidup. Apa yang menjadi kegemaran kita saat itu? Apa yang kita pakai? Apa yang kita cita-citakan? Siapa tokoh yang saat itu kita jadikan panutan? Dari jawaban tersebut kita bisa mengaitkan dengan apa yang mungkin jadi passion kita. Allison menceritakan salah satu kliennya yang saat masih kecil sangat menyukai seni. Tapi hal itu tak didukung oleh orangtuanya. Walau kita tidak bisa mendalami passion kita karena berbagai alasan, bukan berarti saat dewasa kita tak bisa melanjutkannya. Ada banyak cara melakukannya, misalnya dengan mengikuti kelas hobi yang sesuai passion.

  • Mengingat hari paling menyenangkan

Ingatlah hari-hari biasa yang paling berkesan untuk kita (bukan seperti hari pernikahan, ulang tahun atau liburan). Secara detail ingatlah bagaimana kita menghabiskannya.

Alokasikan waktu sekitar 10 menit untuk menuliskannya. Buat sedetail mungkin. Allison mengakui banyak kliennya yang emosional bahkan sampai menangis saat mengerjakan tugas ini. Sebab, mereka mengingat kembali pengalaman-pengalaman hebat yang telah mereka lalui. Hal itu bisa mengarahkan mereka kembali pada apa nilai dan passion mereka sebenarnya.

  • Bagaimana Cara Anda menghabiskan uang.

Jika diberi banyak uang yang sangat banyak, misalnya 100 miliar, sampai kita tak perlu lagi bekerja seumur hidup, apa yang akan kamu lakukan? Dengan mengenali jawabannya kita bisa mengenali apa yang kita inginkan dan kontribusi apa yang bisa diberikan.

  • Mau Jadi Relawan Apa

Jika perusahaanmu membayarmu untuk jadi relawan, bagaimana menggunakan waktu tersebut? Bagaimana kita menghabiskan waktu luang cukup memberikan informasi tentang passion kita yang sebenarnya. Pikirkan kita tiba di suatu tempat, tapi tanpa gawai apapun, apa yang akan kita lakukan? Cara kita menggunakan kemampuan diri dan waktu, menggambarkan banyak soal passion kita sebenarnya. Lebih baik jika passion tersebut bisa membantu hajat hidup orang banyak.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Menggali Diri untuk Menemukan “Passion””, https://lifestyle.kompas.com/read/2018/01/22/124000220/menggali-diri-untuk-menemukan-passion-. Penulis : Nabilla Tashandra

Scroll to Top