BROKEN HOME COMMUNITY
Didik Madani Motivator Piespower Training Development
Jawa pos edisi kamis 26 juni 2014
Komputer kecil kini menjadi teman setia Didik Madani. Di manapun berada, dia bawa peranti elektronik tersebut. Bukan untuk gaya-gayaan tapi di laptop itu semua bahan dia menjadi motivator tersedia. Termasuk rekaman dan foto-foto kegiatan. ” ini waktu di Pamekasan, peserta 500 orang. Ada siswa SMA hingga mahasiswa” ujur Didik saat di temui di studio SAS FM selasa malam (24/6).
Dalam foto terlihat dia sedang berbicara dengan menggunakan mik. Dia sedang duduk berhadapan dengan ratusan peserta. Di depan peserta ada sebuah lilin. Kala itu Didik sedang memotivasi mereka agar makin percaya diri.
Dalam setiap kegiatan, pria 36 tahun itu menyampaikan kepada peserta bahwa mereka adalah bintang. Apapun latar belakang mereka, kondisi dan keadaan yang sedang di jalani. Termasuk pada para napi di dalam penjara. Agar mereka senantiasa bahagia meski di dalam bui, Didik berpesan agar fokus pada apa yang di miliki sekarang . bukan yang belum dimilik . “Hidup itu indah,” ujur pria yang juga station director SAS FM tersebut di hadapan ratusan napi. Lapas Kelas 1 Surabaya (Porong) beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan itu, Didik membuat permainan agar para napi tidak bosan mengikuti kegiatan motivasi. Dia menampilkan gambar warna dari computer yang di alihkan ke layar melalui proyektor. Ada merah, biru, kuning, hijau hingga hitam.
Dia bertanya pada para pelaku tindakan pidana tentang warna yang di sukainya. Para napi yang senang dengan warna yang di tampilakan. Didik pun tunjuk jari, setelah semua memilih warna yang di suka, Didik baru menjelaskan arti dari warna yang di tampilkan. “ Warna merah itu orangnya semangat. Kalau biru, nafsunya menggebu ” ujur Didik yang langsung di sambut huuuu… oleh para napi.
“ Kalau hijau pak..?” teriak salah seorang napi. Mantan wartawan JTV (Jawa Pos Group) menjawab mata duita. Pesertapun langsung tertawa. Tawa mereka makin keras tatkala bapak dua anak itu menyebutkan bahwa warna hitam berarti otak kotor. Sementara itu, penyuka warna kuning disebut mudah bingung.
Bagi Didik, dapat memotivasi para napi membuat dirinya bahagia. Dia juga banyak belajar dari mereka. Yakni, belajar Ikhlas dalam memberikan semangat kepada orang lain. Sebab saat memberikan motivasi para napi, di tidak menarik biaya alias gratis. Hal yang sama di lakukan kepada para siswa atau mahasiswa. Terutama mereka yang Broken Home. “ Mereka semua butuh perhatian.” Katanya.
bukan tanpa alasan Didik memberikan perhatian lebih kepada orang yang memiliki latar belakang Broken Home. Sebab, dia sendiri berasal dari keluarga dengan latar belakang yang sama. Dia kurang mendapat perhatian karena ayah dan ibunya bercerai. Didik kecil hingga dewasapun di tuntut untuk mandiri.
Karena itu, dia pernah melakoni pekerjaan sebaggai kuli bangunan, penjual es cendol hingga buruh pabrik sepatu. Semua di lakukan demi mendapatkan uang untuk membantu neneknya. Semua pengalamannya itu pun dengan “Bangga” di tulis dalam Slide yang di tampillkan setiap kali dia menjadi Motivator. Bukti bahwa apapun latar belakang seseorang pasti memiliki kelebihan yang bisa menjadikan dia Bintang.
Didik menganggap kegiatan yang di lakukan pada golongan tersebut adalah “ Ladang amal nya.” Dia yakin, jika hal itu di lakukan tanpa beban, bukan kerugian yang di dapat. Justru Job tak terduga yang mendatangkan materi yang akan mengikuti.
Tak heran, sekarang makin banyak yang mencari Didik. Setidaknya setiap akhir pekan ada kegiatan memotivasi yang di lakukan. Bahkan, dia telah melmiliki trainer di beberapa provinsi. Dia juga sering mengisi kegiatan di Jakarta, Malang, Palembang, Bali dan daerah lainnya. Didik berharap dapat memotivasi para penghuni penjara lain. Bukan tidak hanya di Lapas Porong.