Nasib orang memang tidak ada yang bisa menebak. Dunia terus berputar kadang dibawah adakalanya turun ke bawah, itulah gambaran kehidupan, hanya mereka yang mau terus berubah dan yakin pasti akan menemukan jalannya. Seperti yang dialami oleh Didik Madani, siapa yang menduga seorang yang dulu sebagai Kuli Bangunan dan penjual Es Cincao kini bisa berbicara di depan publik. Ya, mantan wartawan Jawa Pos 12 Tahun kini dikenal masyarakat sebagai “Star Motivator Indonesia” bahkan sekarang dirinya bersama KPK bekerjasama menggelar training motivasi bagi para mahasiwa agar menjadi “Generasi Jujur Bebas Korupsi”
Nasib orang memang tidak ada yang bisa menebak. Dunia terus berputar kadang dibawah adakalanya turun ke bawah, itulah gambaran kehidupan, hanya mereka yang mau terus berubah dan yakin pasti akan menemukan jalannya. Seperti yang dialami oleh Didik Madani, siapa yang menduga seorang yang dulu sebagai Kuli Bangunan dan penjual Es Cincao kini bisa berbicara di depan publik. Ya, kini masyarakat mengenal Didik Madani sebagai “Star Motivator Indonesia” bahkan sekarang dirinya bersama KPK bekerjasama menggelar training motivasi bagi para mahasiwa agar menjadi “Generasi Jujur Bebas Korupsi”
Bukan tanpa sebab Didik Madani tiba-tiba menjadi motivator, pria 37 tahun ini dibesarkan oleh keluarga broken home yang terpaksa harus dititipkan kepada neneknya bersama 3 orang adiknya, ibunya kurang beruntung dalam masalah rumah tangga hingga disibukan dengan urusan kawin cerai, alhasil Didik harus tinggal bersama neneknya yang berprofesi sebagai tukang pijit dan kakeknya sebagai tukang becak, saat itu Nenek dan kakeknya adalah keluarga termiskin dikampung di kawasan kaki kedung cowek kaki jembatan suramadu jawa timur. Singkat cerita selepas SMA dirinya bertekad untuk berubah, apapun dilakukannya asalkan halal. Dimulai dari bekerja sebagai Kuli Bangunan selama 1 tahun sementara paginya berjualan Es Cao, kemudian buruh sandal. Suatu saat dirinya mendapati tetangganya mempunyai usaha jasa pengetikan, Didik lantas menawarkan diri untuk membantu secara gratis, alhasil dirinya giat belajar hingga secara diam-diam belajar mendesain gambar. Hingga akhirnya seorang tetangganya yang saat itu bekerja di Jawa Pos bersimpati dengan semangatnya saat itu, bergabunglah Didik sebagai tenaga Desain dan nyambi mejadi wartawan pagi harinya. Semangat dan ketekunan mengantarkan dirinya menjadi hingga ditugaskan sebagai wartawan di Jawa Pos TV-JTV sebagai televisi local pertama di Indonesia, disini Didik berhasil menamatkan Kulihanya hingga S-2.
Saat jadi wartawan dirinya banyak melakukan liputan investigasi korupsi, alhasil skripsinya berhasil menyandang sebagai lulusan terbaik yang di liput oleh berbagai media karena mengungkap “Loby-loby Eksekutif –Legislatif di Kota Surabaya dalam menyusun APBD pada tahun 2006” saat itu Didik adalah wartawan Jawa Pos TV-JTV yang tiap hari ngepos di DPRD Surabaya, karena tiap hari berteman dengan anggota DPRD dan kepala Dinas membuatnya tertarik untuk menjadikan judul dalam skripsi. Kontan saja anggota dewan dan kepala dinas marah-marah karena namanya muncul di media sebagai tersangka atas pemberitaan skripsinya. Dalam penelitihannya sebanyak 247 Jenis proyek dibawah Rp. 50.000 (penunjukanlangsung) ditangani sendiri oleh anggota dewan.“Saya sempet dimusih oleh kawan-kawan di DPRD dan Pemkot Surabaya karena mengangkat tema itu”.
Tahun 2008, oleh bosnya Dahlan Iskan dan Imawan Mashuri, Didik akhirnya ditugakan menjadi Manager Marketing Jawa Pos TV dan berhasil mendapatkan predikat The Best Employe JTV 2008”
Tahun 2010 Dirinya memutuskkan untuk berwirausaha mulai dari Jual Beli Mobil, Advertising, Distributor Ayam Potong, Jualan CD pendidikan. karena tidak fokus, akhirnya semua usahanya jatuh bangkrut dan dirinya harus terus menanggung bunga yan melipat, rumah dan mobil akhirnya harus terjual, dan anak istrinya diungsikan ke rumah mertua.
“Alhamduillah usaha saya saya bangkrut, kalau tidak bangkrut saya tidak bisa belajar dan tetap sombong. “Saya kehilangan kepercayaan diri saat itu, malu, semua orang termasuk keluarga selalu menyalahkan, Istri saya sempet minta cerai meski akhirnya batal karena tidak tahan dengan kebangkrutan saya, mobil dan rumah habis terjual, terpaksa istri dan anak saya mengungsi di mertua.
Saya malu kalau ingat masa itu mas, saya jarang urus anak istri, jarang sholat, tidak dekat dengan Tuhan, tiap hari mikir uang terus. Dulu saya bingung mencari siapa yang salah hingga meyebabkan kebangkrutan, sekarang Alhamdulillah saya pernah bangkrut, kalau tidak bangkrut saya tidak belajar , “saya sadar Allah masih saying dengan saya”. Sekarang saya fokus menjadi motivator dengan perusahaan training Leadership dan Managemen SDM bernama PIESPOWER yang mempunya metode menggabungkan 4 potensi manusia (Pyhsical-Intellectual, Emotional, Spiritual). “ Sekarang hamper tiap minggu keliling Indonesi member motivasi dan training kepada perusahaan-perusahaan, dan training gratis utuk para guru dang penghuni lapas. Saya ingin mati dikenal sebagai seorang motivator yang selalu menginspirasi orang untuk menjadi “bintang” dirinya, karena setiap orang sesungguhnya adalah pemimpin, karena dasar itu dirinya dijuluki sebagai “Star Motivator Indonesia”