Motivator Nasional, Didik Madani Ingatkan Gen Z Untuk Selalu Patuhi Orang Tua, Kiai dan Guru

PIES Institute – Ratusan santri, pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah di tanah air serta luar negeri antusias mengikuti Seminar Nasional bertajuk “Self Development And Motivation For Future Leadership” yang diselenggarakan di ruang auditorium Pondok Pesantren (Ponpes) Alfitrah Surabaya, Sabtu (5/7/2025).

Mengusung tema besar “Gen Z Bisa Apa?” Seminar digelar secara hybrid (daring dan Luring) dengan diikuti sekitar 300 peserta, mulai kalangan pelajar SMA sederajat, para santri hingga mahasiswa luar negeri seperti dari Mesir. Hadir dua pembicara yakni Motivator Nasional PiES Institut Dr. (Cand) Didik Madani, S.Sos., M.Med.Kom dan Ketua Ikatan Mahasiswa Manajamen Pendidikan dan Administrasi Pendidikan Seluruh Indonesia (IMMAPSI) Jawa Timur, Faisol.

Bersama Peserta Seminar Nasional Gen Z Institut Al Fitrah Surabaya

Dalam pemaparannya, Dr. (Cand) Didik Madani, S.Sos., M.Med.Kom menyampaikan Gen Z harus terlibat aktif dalam komunitas yang positif, memanfaatkan teknologi dengan bijak, serta mengembangkan potensi diri melalui pendidikan dan pengalaman yang relevan.

“Gen Z harus dilibatkan dalam komunitas yang bisa menunjang kebutuhannya di masa depan. Baik secara personal maupun profesional. Jangan sampai Gen Z ini terjebak dalam kemapanan yang kemudian berpotensi menumbuhkan bibit kemalasan, tingkat stres tinggi, hedonis, suka flexing atau pamer,” tekan Didik Madani.

Solusinya, tegas penemu teori PIES potensi diri 561 ini, mereka perlu dihadirkan coach atau guru yang bisa mengarahkan. Harapannya dengan ini potensi dalam diri mereka bisa tergali.

“Sekolah atau kampus Alfitrah ini menjadi salah satu rujukan lembaga yang tepat. Karena Gen Z ini tidak bisa dilepas belajar sendiri tanpa arahan, pendampingan dan monitoring guru,” tegas Didik.

Menyinggung penggunaan teknologi komunikasi, lanjut Didik Madani, Gen Z tidak bisa lepas dari pengaruh gawai. Derasnya pengaruh destruktif dari dampak global informasi jika tidak diimbangi dengan pengendalian spiritualis ilmu agama bisa menjauhkan Gen Z dari tujuan dan cita-citanya.

Didik Madani bersama Kaprodi MPI Institut Al Fitrah Dr. Ali Mastur M.Pdi

“Ada satu teori yakni burnout atau terbakarnya otak akibat secara tidak sadar orang terlalu banyak menggunakan gadget. Dampaknya tubuh lelah secara fisik dan mental. Contoh paling gampang promo belanja online, Gen Z paling senang ini. Sehingga terforsir secara tidak sadar, contoh lain banyak yang terjebak pinjaman online, judol dan lain-lain,” ulas motivator yang juga dikenal sebagai pendakwah ini.

Di akhir sesi pembicara, Didik Madani berpesan, jika Gen Z ingin sukses dalam karir, bisnis dan rumah tangga kuncinya harus taat pada orang tua, kiai dan guru. Inilah tantangan terberat yang harus dilalui oleh Gen Z.

“Kesampingkan ego, kedepankan etika. Nurut patuh dan taat pada pesan orang tua, kiai dan guru. Setelah itu perjalanan hidup anda akan mulus dan dimudahkan. Ada sebuah pelajaran penting yang ini sering menjadi penyesalan terdalam bagi seseorang sepanjang hidupnya adalah ketika kita tak mampu membahagiakan orang tua, kiai dan guru karena belum cukup harta. Namun saat kita sudah mampu (cukup materi) orang yang ingin kita bahagiakan justru sudah wafat,” tutup Didik dengan mata berkaca-kaca.

Scroll to Top