PiES: Rahasia Tipe Potensi 4 Sahabat Nabi Muhammad SAW

4 Tipe Sahabat Nabi Muhammad SAW
berdasarkan metode PiES (Umar Bin Khatab, Abu Bakar As Shidiq, Utsman Bin Afan, Ali Bin Abi Thalib )

Oleh: Didik Madani, Penemu Metode PiES (Tes Potensi Diri)
Buku PiES Tes Potensi Diri

PiES: 4 Tipe Potensi 4 Sahabat Nabi Muhammad SAW
berdasarkan metode PiES (Umar Bin Khatab, Abu Bakar As Shidiq, Utsman Bin Afan, Ali Bin Abi Thalib )

Oleh: Didik Madani, Penemu Metode PiES (Tes Potensi Diri)

Buku PiES Tes Potensi Diri

 

Apa rahasia dibalik kisah 4 sahabat nabi?

Kenapa hanya 4 sahabat tidak 5 – 7 atau 9 yang menjadi utama?

Potensi dan karakter apa yang bisa kita pelajari dari 4 sahabat nabi?

Ternyata potensi 4 sahabat nabi itu sesuai dengan 4 tipe PiES.

Saya akan membahas 4 tipe emosi mereka dari sudut metode PiES, tidak ada yang kebetulan jika PiES menempatkan tipe potensi manusia hanya dalam 4 tipe P-i-E-S. Semua sudah disampaikan 1400 tahun lalu oleh Nabi Muhammad SAW, Semoga tulisan ini bermanfaat dalam meneladani 4 sahabat Nabi Muhammad. SAW dan mengenali tipe diri Anda sendiri.

Ketika Nabi Muhammad SAW masih hidup, beliau dikenal senang bergaul dengan seluruh lapisan masyarakat. Nabi SAW sangat mencintai mereka terutama yg menerima baik ajakan beliau dengan memeluk islam. Nabi Muhammad SAW memanggil mereka bukan umat ataupun murid, namun sahabat. Istilah sahabat, diberikan kepada mereka yg pernah hidup, bertemu dan memeluk islam sampai wafatnya Nabi Muhammad SAW. Ketika Nabi SAW meninggal, jumlah sahabat yg diyakini sekitar kurang lebih 125.000 orang. Sahabat Nabi SAW tidak hanya tersebar di Madinah ataupun Mekkah saja, tapi menyebar di berbagai belahan bumi lainnya. Dari sekian banyak sahabat Nabi SAW, ada beberapa yg tergolong dalam sahabat utama.

Sahabat Nabi itu macam2, Ada yg kaya seperti Abdurrahman bin ‘Auf. Ada pula yg miskin seperti Abu Hurairah yg tuna wisma. Ada yg sehat, ada pula yg cacat seperti Abdullah bin Ummi Maktum. Tapi dalam Islam tak disebut sekali Ummi Maktum sebagai “cacat”. Dianggap sama normalnya dengan yg lain.

Ada orang Arab, ada pula Salman Al Farisi dari Persia, Bilal dari Habsyi / Afrika, Abdullah bin Salam (Yahudi), Suhaib Ar Rumi dari Romawi, dsb.

Bahkan saat pembantunya, seorang anak Yahudi sekarat, Nabi menjenguknya sambil memohon agar dia masuk Islam :

Anas r.a. berkata, “Ada seorang Yahudi melayani Nabi, kemudian ia jatuh sakit. Maka, Nabi datang menjenguknya, duduk di dekat kepalanya seraya bersabda kepadanya, ‘Masuk Islamlah.’ Lalu, ia melihat ayahnya yang ada di sisinya. Ayahnya berkata kepadanya, ‘Taatilah Abdul Qasim saw.’ Lalu ia masuk Islam, kemudian Nabi keluar seraya mengucapkan, ‘Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan ia dari neraka.'” [HR Bukhari]

Di antara sahabat itu, tidak dapat disamakan karakternya dan inilah yg menemani Rasulullah saw untuk menemani dakwahnya. Namun tetap Rasulullah saw yg memiliki karakter sempurna. Jika Rasulullah saw diibaratkan dengan bulan purnama, maka sahabat itu adalah bintang-bintang yg menghiasi.

Di antara nama-nama sahabat Nabi Muhammad, terdapat 4 nama sahabat yg sangat populer karena keempatnya menjabat sebagai khalifah yg bergelar khulafaur rasyidin.

Mereka adalah Abu Bakar As-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Keempat sahabat tersebut berhasil mempertahankan Islam sesuai ajaran Nabi Muhammad dan membawa Islam semakin dikenal di penjuru dunia.

 

  1. Umar Bin Khattab (Api) – Tipe Proactive

Kemauan kuat, berani, mandiri, suka tantangan, visi ke depan, berorientasi pada hasil, efisien tegas, dimiliki oleh Umar bin Khaththab.

Umar bin Khattab awalnya sangat membenci Nabi dan Al Quran. Untunglah, Umar mendapat hidayah saat mendengar adiknya membaca Al Quran. Umar termasuk sahabat yg temperamental, sekaligus sangat hebat dalam berperang.

Sebelum masuk Islam, Umar adalah sosok yg ditakuti oleh Nabi Muhammad dan pengikut Islam lainnya karena Umar adalah sosok yg tidak segan membunuh orang yg tidak disukainya. Bahkan, anak perempuannya sendiri rela dibunuh untuk menutupi aib karena mempunyai anak perempuan.

Namun, setelah Umar masuk Islam, kekuatan Islam pun bertambah. Orang-orang kafir Quraisy sedikit gentar dengan adanya Umar di pihak Nabi Muhammad. Bahkan, Umarlah yg menyuruh Nabi Muhammad untuk berdakwah dengan terang-terangan dan mengatakan dialah yg akan menjadi orang pertama yg melawan orang yg berani mengganggu Islam.

Ketika ada masalah tawanan perang, Abu Bakar menyarankan untuk melepaskannya. Namun Umar bin Khathab menyarankan untuk membunuh karena tawanan tersebut adalah musuh Allah. Maka Allah pun menurunkan ayat tentang ini dan menyetujui saran Umar. Bahkan sampai-sampai Rasulullah saw terkadang takut jika Umar memberikan pendapat lagi dan akan disetujui Allah. Takut karena ketegasannya yg tidak pernah main-main.

Walaupun keras, tetapi hati Umar sangat lembut dan tidak jarang menangis ketika mendengar ayat Al Quran. Apalagi ketika beliau mengingat perbuatan-perbuatannya sebelum masuk Islam yg sangat buruk.

Umar Bin Khatab mengikuti seluruh peperangan bersama Nabi SAW. Umar Bin Khatab termasuk sahabat yg juga termasuk salah satu mertua Nabi SAW.

Setelah wafatnya Abu Bakar As-sidiq r.a, Umar Bin Khatab terpilih menjadi khalifah kedua. Pada masa kekhalifahannya , islam tersebar ke berbagai daerah hingga Romawi Timur dan juga Persia. Dalam masa kepemimpinanya Al-Qur’an sudah mulai dikumpulkan untuk dijadikan satu mushaf.

Saat menjadi khalifah inilah, Umar tidak mau mengambil kekayaan sepeser pun. Umar juga tidak menggunakan istana sebagai tempat menjalankan pemerintahan. Umar menggunakan bawah pohon kurma untuk mengatur pemerintahan dan sering turun langsung ke pemukiman penduduk untuk melihat kehidupan rakyatnya. Bahkan, ketika ada seorang ibu yg mengeluh bahwa pemimpin Islam tidak mau tahu pada kemiskinannya, Umar turun tangan langsung membantu sang ibu dengan cara membawa sendiri karung beras dari gudang penyimpanan negara.

Masa kekhalifahannya berlangsung selama 10,5 tahun ( 13 Hijriah -23 Hijriah ). Ia pun meninggal dalam usia yg sama dengan wafatnya Nabi SAW dan Abu Bakar yaitu 63 tahun. Umar Bin Khatab pun dimakamkan bersandingan dengan Nabi SAW dan juga Abu Bakar.

 

  1. Abu BAKAR As-Shidiq (Tanah) – Tipe Interactive

Ramah, antusias, terbuka, hangat, mudah menjalin, hubungan, optimis, suka memberi semangat, tegar, cerdas, terkenal, dimiliki oleh Abu Bakar As Shidiq

Abdullah merupakan nama aslinya. Tapi, masyarakat yg lain lebih mengenal ia dengan nama Abu Bakar. Ia merupakan orang yg pertama kali memeluk islam dari kalangan pria dewasa.

Ketika kaum kafir Quraisy mengatakan Nabi Muhammad SAW berbohong dalam peristiwa Isra Mi’raj. Lain hal dengan Abu Bakar yg membenarkan peristiwa apa yg dialami Nabi SAW. Sehingga Abu Bakar dijuluki Ash-Shidiq, yg mempunyai arti yg membenarkan. Dan Abu Bakar pun dipilih oleh Nabi SAW untuk mendampinginya saat berhijrah menuju Madinah.

Abu Bakar adalah sahabat nabi yg merupakan pedagang dan paling kaya sekaligus paling dermawan. Setelah masuk Islam, Abu Bakar tidak sungkan mengorbankan seluruh hartanya demi kepentingan Islam. Bukan hanya harta saja yg rela dikorbankan oleh Abu Bakar, tetapi juga nyawa karena perjalanan hijrah dari Mekah ke Madinah ini sangat beresiko dengan banyaknya kaum kafir Quraisy yg mencari orang-orang berhijrah tersebut dan tidak segan-segan untuk membunuh mereka.

Abu Bakar juga setia menemani Rasulullah ke manapun Rasulullah pergi. Dikisahkan, Nabi dan Abu Bakar sempat beristirahat di sebuah gua. Ketika itu, kafir Quraisy curiga pada gua tersebut. Abu Bakar sendiri ketakutan akan dilihat oleh kaum Quraisy yg mengejar mereka. Tetapi setelah mendengar ucapan Rasulullah bahwa Allah bersama mereka, Abu Bakar langsung tenang. Atas izin Allah, seekor laba-laba membuat jaring di depan gua dan seekor burung menciptakan sarang sehingga kafir Quraisy tidak mengira di dalam gua tersebut ada Nabi dan Abu Bakar.

Setelah nabi wafat, Abu Bakar adalah orang yg paling lantang menyelamatkan Islam. Ia berkata, “Jika ada orang yg menyembah Muhammad, Muhammad sudah mati. Tapi, jika ada orang yg menyembah Allah, Allah tidak akan mati”.

Ucapan tersebut sangat berarti bagi muslim yg saat itu begitu terkejut mendengar berita wafatnya Nabi Muhammad. Karena Nabi Muhammad adalah figur teladan Islam, tentu saja sebagian orang tidak percaya bahwa Nabi Muhammad meninggal, termasuk Umar Bin Khattab sendiri yg sangat marah ketika ada orang yg mengabarkan bahwa Nabi Muhammad meninggal dunia.

Namun, setelah mendengar ucapan Abu Bakar tersebut, Umar Bin Khattab tersadar atas kesalahannya dan bisa menerima kematian Nabi Muhammad. Saat menjadi khalifah, Abu Bakar terkenal dengan ketegasannya menjalankan hukum Allah.

 

Abu Bakar As-Sidiq r.a terpilih untuk menggantikan Nabi SAW sebagai khalifah pertama dan masa kekhalifahannya berlangsung sampai 2,5 tahun ( 11 Hijriah -13 Hijriah ). Begitu besarnya kecintaan Abu Bakar terhadap Nabi Muhammad SAW. Sehingga Allah SWT mentakdirkan ia wafat dalam usia yg sama dengan Nabi SAW yaitu 63 tahun.

 

 

  1. Ustman Bin Afan (angin) – Tipe Emphaty

Pemalu, Tenang, sabar, penurut, kooperatif, suka damai, mengalah, berempati, suka melayani, suka pekerjaan bersifat rutin, damai, tenang dan sabar dimiliki oleh Ustman bin Afan.

 

Utsman adalah sahabat Nabi yg kaya dan juga dermawan diusia muda, seperti halnya Abu Bakar. Utsman sangat beruntung karena bisa menikahi dua putri Rasulullah berturut-turut. Setelah Ruqoyah meninggal, beberapa waktu kemudian Utsman menikahi Ummu Kultsum.

Nabi Muhamamd SAW pun pernah bersabda, “ Orang yg paling kasih sayang diantara umatku adalah Abu Bakar, dan paling teguh dalam ajaran Allah Adalah Umar, dan yang paling bersifat pemalu adalah Ustman. “ ( HR. Ahmad, Ibnu Maajah, Alhakim, Attirmidzi).

Ustman adalah khalifah pengganti Umar. Pada masa pemerintahan Utsman, mulai terjadi korupsi yg dilakukan Muawiyyah, yg kelak mendirikan Dinasti Umayyah.

Kepemimpinan Utsman, secara umum, dibagi dalam dua periode. Enam tahun pertama, Utsman memimpin dengan gemilang. Akan tetapi, pada enam tahun kedua, dengan adanya korupsi dan nepotisme, pemerintahan Utsman dianggap tidak bersih mengemban kekhalifahannya selama 12 tahun ( 23 Hijriah – 35 Hijriah ). Ustman meninggal pada usia 82 tahun karena dibunuh dan dimakamkan di Baqi’, Madinah.

 

  1. Ali Bin Abi Thalib (Air) – Tipe Systemic

Bekerja secara sistematis, teliti dalam melakukan sesuatu, peka pada situasi, akurat menjelaskan, kritis, rapi, rapih, kaya, rajin, dan cool.

Ia adalah cucu Abdul Mutthalib, sekaligus sepupu dan menantu dari Nabi Muhammad SAW. Ali mengikuti berbagai peperangan besar bersama Rasulullah SAW. Memiliki ilmu yg luas dan juga keberanian merupakan kelebihan dari Ali. Ketika hijrah, Ali ditempatkan untuk menggantikan posisi tidur di kamar Nabi SAW untuk mengecoh pasukan yg telah mengepung untuk membunuh Nabi Muhammad SAW.

Ali adalah sahabat nabi yg paling cerdas. Ia juga sangat hebat dalam berperang. Dikisahkan, pernah ada seorang yg bertarung melawan Ali dan pedang orang tersebut jatuh. Ali tidak langsung membunuhnya. Ali ingin bertarung dengan adil, menunggu orang tersebut mengambil pedangnya yg terjatuh, kemudian bertempur lagi.

Pada masa Rasulullah saw, ketika berperang jika Umar langsung memutuskan spontan namun Ali harus menggunakan strategi. Oleh karena itu, Ali mendapat gelar “Singa Allah” dan “Pangeran Orang Beriman”. Melalui Ali, garis keturunan Nabi dilanjutkan karena Ali menikahi Fatimah azzahra, putri kesayangan Nabi. Dari pernikahannya Ali dan Fatimah dianugerahkan 5 anak yaitu Al-Hasan, Al-Husin, Muhsin, Zainab dan Ummu Kultsum.

Ali sendiri adalah anak dari paman Nabi yaitu Abi Thalib dan sejak kecil Ali sudah bersahabat dengan Rasulullah.

Setelah Ustman meninggal , Ali terpilih menjadi khalifah yang ke-4. Dan ia memerintah selama 5 tahun ( 35 Hijriah – 40 Hijriah ).Sayangnya saat pemerintahan Ali ini terjadi pertempuran dan pemberontakan karena sebagian merasa bahwa pemerintahan Ali kurang adil. Ali terbunuh oleh golongan khawarij yg menyatakan bahwa mereka keluar dari dua kelompok yg berseteru dan mendirikan kelompok sendiri.

 

Pengikut Ali ini sangatlah loyal kepada Ali dan biasa disebut dengan golongan Syiah. Sayangnya, karena adanya kesalahan dalam pemahaman terhadap agama dan fanatisme yg berlebihan, golongan Syiah ini seolah menjadikan Ali sebagai nabi. Tentu hal ini sangat disayangkan karena Ali sendiri mengakui bahwa Nabi Muhammad adalah nabinya.

Ia wafat ditikam oleh Abdurrahman bin Muljam dalam usia yg sama dengan Nabi SAW, Abu Bakar dan juga Umar yaitu pada usia 63 tahun.

 

Semua watak sahabat sahabat itu, sejatinya dimiliki oleh Rasulullah saw. Oleh karena itu, akhlak beliau begitu sempurna yg menjadi suri tauladan yg baik (uswatun hasanah).

Akan tetapi diakhir zaman ini, para sahabat sahabat telah di adu domba antara abu bakar dengan ali, ustman dengan umar bahkan di adu lagi antara ali dengan umar, abu bakar dengan ustman.

Didik Madani, Founder PiES Institute

Scroll to Top