Kenali Tipe Perilaku Atasan

Motivator Indonesia Didik Madani – Dari berbagai pengamatan di lingkungan kerja, pola komunikasi yang terjadi antara seorang atasan dengan bawahannya memunculkan tipe-tipe bagaimana seorang atasan menjalankan pola kepimpinannya.

Atasan Suka Menyuruh

Jika atasan di tempat kerja mempunyai gaya sedikit-dikit menyuruh, pahamilah ia adalah orang yang dominan dalam pergaulan. Biasanya pola hubungan yang dibangun dengan bawahannya melulu berkaitan dengan kerja, kurang memperhatikan hubungan secara personal.

Anda tak perlu canggung dengan gaya kepimimpinan atasan yang seperti ini. Cukup imbangi dengan anda menunjukkan kinerja yang baik sesuai dengan arahan. Hindari sedapat mungkin kesalahan. Karena akan mudah memancing kemarahan atasan. Posisikan dia sebagai orang yang paling ahli dibidangnya. Kalaupun Anda punya inisiatif baru, sampaikan dengan baik dan mintalah persetujuannya.

Atasan Suka Berbagi

Bisa dikatakan jika atasan Anda adalah orang yang suka berbagi, akomodatif, dan terbuka tidak hanya sebatas hubungan kerja namun hubungan secara personal juga dibangun, bersyukurlah.

Tipe atasan yang seperti ini yang memikirkan kesuksesan bisa dirasakan oleh semua tim. Bukan keberhasilan dia saja. Pro aktiflah dengan memunculkan ide-ide yang membangun demi kesuksesan bersama.

Atasan Pemantau

Ketika seorang atasan menilai Anda mampu menyelesaikan tugas dan bertanggung jawab. Sejak itulah sebenarnya kepercayaan telah anda dapatkan dari atasan.

Atasan mempercayakan penuh akan keberhasilan tugas Anda, sehingga ini bisa menjadi sebuah kesempatan bagi untuk mengeksplor, mengasah kemampuan, dan pembuktian bahwa anda mampu. Atasan hanya mengevaluasi, melihat hasil akhir dan hadir pada momen-momen penting saja.

Atasan Pembagi Tugas

Seorang atasan yang lihai akan melihat dan membagi tugas secara tepat sesuai bidangnya. Sinergisitas antar lini dibangun sesuai job discription, fungsi, tanggung jawab, dan kewenangan masing-masing sehinga pencapaian bisa lebih cepat dan terukur.

Dengan pola kerja efektif seperti ini Anda harus yakin akan kemampuan diri. Hal itu faktor penting bagi keberhasilan kerja Anda, Sebab satu fungsi saja tersendat akan berpengaruh pada fungsi kerja yang lainnya.

Tipe perilaku atasan memang berbeda-beda, amati gaya kepemimpinan atasan Anda. Pelajari karakter personal masing-masing mereka dalam komunikasi. Analisa cara kerjanya dalam sebuah program kerja. Anda tinggal menyesuaikan dengan gaya Anda sendiri, sehingga mis komunikasi dan konflik kepentingan antara atasan dan bawahan bisa terminimalisir.(*)

perilaku atasan

Leave a Comment

Scroll to Top