Didik Madani, Star Motivator Indonesia Beri Motivasi Anti Korupsi
Bersama KPK Ajak Generasi Muda untuk Jujur dan Bebas Korupsi
Untuk mewujudkan generasi anti korupsi perlu ditanamkan nilai-nilai kejujuran sejak dini. Setiadaknya upaya menjadikan generasi anti korupsi itu dilakukan dengan memberikan motivasi anti korupsi kepada para pelajar yang duduk ditingkat SMA maupun mahasiswa.
Motivasi anti korupsi itu seperti ang di lakukan oleh Didik Madani, S.Sos., M.Med.Kom yang punya julukan sebagai “Star Motivator Indonesia” Mantan wartawan Jawa Pos TV sekaligus produser program Investigasi Kasus Korupsi di “SOROT” ini sengaja didatangkan oleh panitia dari Asean Law Students’ Association (ALSA) Leagal Choacing Clinic 2013 di ruang Conventio Hall Rekotorat Universitar Airlangga (UA) Lantai III Kampus C Surabaya.
Dalam kesempatan itu Didik Madani, yang dulu pernah jadi kuli bangunan dan penjual es Cao serta buruh pabrik sandal itu menjelaskan, korupsi selalu melibatkan 3 unsur, yaitu
Pertama, Pressure (tekanan). Pressure tidak selalu sesuatu yang nyata, misalnya: butuh biaya hidup, tapi bisa juga berupa persepsi atau tekanan-tekanan hidup yang dipersepsikan, lebih bersifat keinginan, misalnya: ingin hidup mewah, ingin liburan keluar negeri, dan sebagainya.
Kedua, Opportunity (kesempatan). Korupsi terjadi karena adanya kesempatan. Kesempatan itu bermacam-macam, seperti akses, power (kekuasaan), knowledge, dan pendidikan. Hati-hatilah, karena makin tinggi pendidikan dan jabatan Anda, maka makin besar godaaan kesempatan untuk korupsi.
Ketiga, Mindset (pola pikir). Ini adalah unsur yang paling berperan. Meski ada pressure dan opportunity, namun jika mindset-nya untuk tidak korupsi kuat, maka semua bisa diatasi. Terkait mindset, ada beberapa pikiran yang sering muncul, yaitu Semua orang melakukannya, Alangkah bodohnya saya jika tidak memanfaatkan kesempatan yang ada, Saya ingin membahagiakan keluarga, dan Saya tidak merugikan siapapun.”
Dengan gaya motivasi yang fun dan dinamis tidak kurang dari 200 peserta menikmati jalannya training yang berlangsung selama 1,5 jam lebih. Dalam kesempatan itu juga dipaprkan terminologi korupsi, sebab terjadinya korupsi, hingga tingkatan korupsi dan cara mencegah korupsi sejak dini.
Dengan tekad yang gigih dan menjunjung nilai kejujuran sejak dini, Didik Madani yakin kelak para mahasiswa ini akan menjadi pemimpin yang bersih dan jujur.
Dalam kesempatan itu, pihak panitia Asean Law Students’ Association (ALSA) Leagal Choacing Clinic 2013 juga mendatangkan juru bicara Komisi Pemberantasn Korupsi KPK Johan Budi.
Johan Budi juga menjelaskan jika pihak KPK memang harus betul-betul bersih sebagai pihak yang menegakan korupsi tu sendiri. Karenanya secara pribadi personel KPK haruslah netral dari kelompok manapun. Johan Budi menjelaskan gerakan jujur anti korupsi harus dibangun mulai dari rumah. Ini dilakukan karena rumah adalah tempat terdekat untuk membangun karakter dan kebiasaan.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Nurul Barizah SH, Llm Wakil Dekan III FH UA, Drs Koko Srimulyo Msi selaku Direktur Kemahasiswaan UA, Permata Diah Putri Direktur ALSA UA dan Andika Ahmad (Alsa Indonesia). rud/nin