Didik Madani, No. 1 Star Motivator Indonesia
Didik Madani dikenal sebagai “The Star Motivator Indonesia” lantaran dirinya selalu mengkampanyekan bahwa setiap orang sejak lahir sudah sukses dan “Star” bagi perjalanan hidupnya sendiri. Demikian ditegaskMenjadikan diri sendiri “Star” adalah kewajiban setiap manusia, apapun pekerjaan, peran dan kondisinya manusia wan Dahlan Iskan Menteri BUMN saat pertemuan di redaksi Jawa Pos (21/12/2011). “Saat jadi wartawan dan kepala desain koran di Jakarta, Didik pernah saya marahi karena anak buahnya membuat komputer desain koran saat itu “hang” yang mengakibatkan korannya telat naik cetak, tapi dia terus belajar dari kesalahan. Kelak tiba saatnya akan menjadi “Star Motivator Indonesia”, dia tidak hanya bisa bicara, tapi mengalami sendiri apa yang dia bicarakan. Perjalanan hidupnya penuh perjuangan dan inspiratif.”. Tegas Dahlan.
Sering Makan Nasi dan Kua Basi
Dibesarkan dari keluarga miskin dan broken home, sejak kecil diasuh oleh seorang Nenek yang berprofesi sebagai buruh pijat dan kakek sebagai tukang becak. “Umur 10 tahun saya tersadar jika dirinya mempunyai 4 orang Bapak, ini membuat dirinya tidak mendapat perhatian layaknya anak lain karena Ibunya sibuk dengan urusan rumah tangganya sendiri, dan akhirnya harus hidup dengan Nenek dan Kakek dan seorang Pamannya bersama 3 orang adiknya.
Kemiskinan membuatnya terbiasa dengan kelaparan, makan nasi garam adalah kebiasaan Didik Madani kecil, suatu saat pernah kakeknya memarahi seorang tetangga yang mengirim nasi dan kua basi kepada dirinya dan adik-adiknya. “Bapak saya (panggilan kakek) marah besar kepada tetengga yang mengirim nasi dan kuah basih itu. “Saya cuma melongo sambil masi mengunyah makanan tersebut, saya hanya diam menangis menyaksikan Kakek marah dengan berkata “Jangan mentang-mentang orang kaya, lantas kamu bisa menghina kami, meski saya miskin saya masih bisa memberi makan cucu saya.”. Keesokannya tetangga saya tidak p ernah mengirimi kami makanan lagi, kejadian itu melekat di ingatan saya. Tidak hanya soal makanan, kondisi keluarga kami sering menjadi bahan gunjingan diantara tetangga.
Tidur di Gudang Panas
Lulus SMP dirinya memberanikan diri tinggal bersama Ayahnya dengan ibu tiri hanya demi melanjutkan SMA, mendapat perlakukan tidak adil, akhirnya berpindah menumpang gratis di rumah teman SMA-nya selama 1,5 tahun, sebagai gantinya Didik merasa perlu untuk membantu mebersihkan rumah dan isinya. “Saya tidur di gudang dengan suhu 40 derajat C, itu yang membuat saya tidak betah karena saat sakit tidak ada yang merawat.” Kenangnya.
Suatu saat, sudah 3 bulan saya tidak pulang mengunjungi Adik-adik di rumah, pagi itu tiba-tiba Nenek dan Kakek bersama adiknya yang bungsu David datang mengunjungi saya di kagerumah tempat di saya menumpang dengan diantar oleh sepupu saya yang tinggal di Rumah orang tua tiri, mereka naik becak dengan jarak 20 KM, saya kaget luar biasa, mereka menanyakan kenapa saya tidak pernah pulang dan tidak tinggal bersama orang tuanya, tanpa saya jawab, saya kemudian mengantar mereka ke rumah besar tempat saya tinggal dulu, sesampainya disana, kakek saya ajak menaiki tangga menuju sebuah bangunan yang lebih napa sayaCuma mirip dengan sebuah gudang, saya ajak masuk kakek saya lantas duduk di lantai yang berdebuh. “Kakek saya bertanya, “Tempat apa ini kok panas?”, saya diam sejenak, lalu saya menjawabnya dengan menangis, (“aku tutu nang kene pak, nang kene panas, aku gak kuat, mangkane iku aku numpang nang koncoku”) “inilah tempat tidur saya pak, saya gak kuat, disini panas, itulah kenapa saya numpang diteman saya”. Lalu air mata kakek saya meleleh dan menangis tanpa suara…tanpa banyak bertanya Kakek menggandeng saya dan berkata: sudah nak, kamu jangan sedih, nanti tiba saanya buat kamu untuk sukses, asal kamu jangan sombong. Itulah pertama kali saya melihat kakek saya menangis. Momen itu melekat di ingatan saya.
Jadi Kuli Bangunan (Gaji Pertama Rp. 10.000,-)
Lulus SMA dirinya bertekad untuk berubah lebih baik untuk membiayai sekolah adik-adiknya. Kepedihan membuatnya bertekan dan menyelesaikan kuliah ditengah-tengah tugas liputan sebagai wartawan hingga jenjang Pasca Sarjana Universitas Airlangga jurusan Media dan Komunikasi.
The Best Employee 2008 (Sales & Manager Marketing JTV Jawa Pos TV)
Didik Madani On Screen JTV Surabaya 2001 saat Ulang Tahun Kota Surabaya (foto diambil di atas patung kerapan sapi)
Motivator mantan kuli bangunan ini memulai karirnya sebagai wartawan di media pada tahun 1998 dengan bergabung di Jawa Pos sebagai wartawan hingga mengantarkannya pada posisi Manager Marketing JTV (PT Jawa Pos Media Televisi). Integritas dan loyalitasnya pada perusahaan Jawa Pos membuatnya terpilih menjadi “The Best Employee 2008” saat dirinya menjadi Sales & Manager Marketing JTV.
Selama 12 tahun (1998 – 2010) bekerja di Jawa Pos dibawah binaan Dahlan Iskan, ilmu managemen banyak diwarnai oleh gurunya itu dan juga direktur JTV saat itu Imawan Mashuri dan Ali Murtadlo, saat memutuskan keluar dari Jawa Pos dan tak lupa meminta doa restu pada gurunya itu, sementara ilmu Spiritual Leadership Didik belajar dari Misbahul Huda yang juga Presiden Komisaris sekaligus Dirut beberepa perusahaan Jawa Pos Grop
“Dulu saat jadi wartawan di Jakarta dia pernah saya marahi, Didik terus belajar dan kerja, sekarang dirinya jadi Motivator dan Trainer. Saya Yakin saatnya akan tiba buat dirinya besar dan bermanfaat.” tegas Dahlan Iskan yang itu masih menjadi Direktur Jawa Pos.
Menjadi Pembicara Sejak jadi Wartawan JTV – Jawa Pos
Sejak menjadi wartawan di JTV-Jawa Pos Grop tepatnya tahun 2004 ia sudah sering diundang oleh berapa kampus dan perusahaan dalam negeri untuk menjadi pembicara seputar dunia media dan ”komunikasi.
Perjalanan hidup dan pertemuannya dengan “passion” membuatnya dengan bahagia memutuskan untuk menjadi seorang pembicara publik dan motivator.
Kini Didik Madani menjadi motivator favorit dalam setiap event-event publik dan motivasi, baik dalam bentuk seminar, workshop dengan berbagai tema di 27 kota besar di Indonesia. Tema yang menjadi keahliannya adalah:
- Telah berbicara di hadapan ratusan ribu orang dari berbagai kalangan dengan gayanya yang dinamis, fun, menyentuh emosi dan selalu mampu menghidupkan suasana.
- Berhasil meningkatkan produktivitas dan kinerja secara signifikan dan profit perusahaan dari klien-klien yang mengundang.
- Telah menginspirasi para Sales dan Marketing berbagai perusahaan untuk mencapai target omset.
- Banyak membantu BUMN dan instansi dalam mendesain dan membuat budaya nilai niai dalam perusahaan.
- Mengispirasi kehidupan pribadi dan keluarga para peserta training dan seminarnya.
- Menjadi konsultan dan pendamping tetap Nara Pidana di Lembaga Pemasyarakatan (Rutan) Porong, Sidoarjo, Jawa Timur yang berpenghuni tidak kurang dari 1.500 narapidana.
- Setiap bulan selalu menggelar training gratis peduli Guru dan Penghuni Lapas.
Untuk memperdalam ilmunya Didik Madani menggabungkan semua tehnik komunikasi dan disiplin ilmu mulai dari NLP hingga Hypnosis dan ilmu-ilmu baru lainnya. Setiap hari selalu belajar dari berbagai guru, tokoh, motivator pembicara, hingga akhirnya semua konsep materi itu dikemas dalam PIESPOWER Model, Didik Madani berbicara dengan gayanya sendiri dari pengalamannya sendiri, karena dia merasa berhak dan yakin dengan apa yang disampaikannya.
Materi dan tema yang sering dibawahakan adalah:
- Leadership Motivation
- Corporate Values
- Sales & Marketing
- Service Excellent
- Media & Communication
Beberapa perusahaan yang sering mengundangnya adalah:
KORPORASI SWASTA: Jawa Pos, PT Temprina Media Grafika (Jawa Pos Grop) JTV, PT SUPRAMA (Mie Burung Dara), Kapal Api, BeeHoliday Tour & Travel, RS Royal Surabaya, Citra TV Lamongan, JTV Jember, PT Schneider Indonesia, RS Royal Surabaya, PT Plaza Garansindo, PT Delta Jaya Engineering, PT Daiva Arta Semesta, dll.
PERBANKAN: Kementrian Keuangan RI, Bank Mandiri, BRI, BRI Syariah, BNI 46, BNI Syariah, BCA, CIMB Niaga, CIMB Niaga Syariah, Bank BTN.
BUMN: Pelindo III, Asuransi JiwaSraya, Semen Gresik, Pertamina, Telkom, Perusahaan Gas Negara, Askes, Jasa Raharja, Jiwasraya, Pelindo-2, Departemen Pendidikan Nasional, Meneg BUMN, Perum Pegadaian, Peti Kemas Surabaya, BP-Migas, PT Pupuk Kujang, Pupuk Iskandar Muda
Anda bisa mengundang Didik Madani melalui:
PIESPOWER Institute
Hot Line : 08222 8888 910
Ahmad Fauzi 08121694100
e-mail: info@didikmadani.com
www.didikmadani.com
***
Belajar dari Siapapun
Kemiripan latar belakang keluarga dengan Anthony Robbin seorang Guru Motivator Dunia, membuatnya terus belajar dan fokus memperdalam keilmuan dalam dunia motivasi dan psikologi organisasi. Termasuk mempelajari perjalanan Motivator dunia Anthony Robbin. “saya merasakan apa yang Anthony rasakan karena saya mengalaminya, tidak heran dia begitu luar biasa dalam membangun Raksasa dalam dirinya, semoga saya selalu rendah hati seperti dirinya”.
Sekjend HIPMI BPC Sidoarjo (Himpinan Pengusaha Muda Indonesia)
Bergabung di HIPMI setelah keluar dari JTV-Jawa Pos saat itu dirinya mendirikan advertising dan jual beli mobil serta distributor ayam organik. Karena belum punya pengalaman wirausaha, akhirnya semua usahanya jatuh bangkrut, perabot rumahnya harus dijual untuk bertahan hidup termasuk rumah dan mobilnya, tidak ada yang tersisa selain hutang.
Semua kolega bisnisnya menjauh termasuk saudaranya banyak memandang sebelah mata. Beruntung teman-teman di HIPMI banyak membantunya bangkit dengan meminjami uang sekedar bertahan hidup bersama istri dan anaknya. “Saya bersyukur bergabung dengan HIPMI karena teman-teman bisa merasakan apa yang saya alami dan mendorong saya bangkit. Tiga hari anak saya tidak minum susu dan saya pun puasa karena tidak punya uang. Mau berhutang sudah terlanjur malu.” Imbuhnya. “Secara bergantian teman-teman saya di HIPMI membantu saya meminjami saya uang, mereka diataranya (Heru Herlambang, Giri Bayu Kusuma, Mas Hengky, Mega Mahenda, Anshori, Deny Alamsyah, Mas Bro Ody) dan banyak teman lagi yang selalu mengerti kondisi saya saat itu. Terimakasih saya terdalam buat mereka.
Kondisi ini membuat dirinya sadar dan menemukan kekuatan untuk bangkit dengan mendirikan dan menemukan model training pemberayaan SDM yang di beri nama PIESPOWER Model, menurut nya manusia itu hanya memiliki 4 modal utama yaitu (Physical), Intelektual (Intellectual), Emosional (Emotional) dan Spiritual, (disingkat PIES). dengan modal itu manusia sudah cukup powerful untuk melakukan apa saja yang diinginkannya. Dengan modal Fisik manusia bisa bekerja keras, modal intelektual manusia kerja cerdas, dengan modal emosional bisa bekerja mawas dan modal Spiritual bisa kerja Ikhlas. ” Membicarakan manusia tidak hanya berbicara pada aspek, emosional dan spiritual saja, namun harus lengkap mulai dari fisik hingga spiritualnya”.
Your PIES…Powerfull
- Kuli Bangunan (1996)
- Penjual Es Cao/cincao (1997)
- Buruh Pabrik Sandal (1997)
- Juru Ketik (1997)
- Script Writer/Penyiar Radio El Victor (1998)
- Wartawan / Desain Glodok Standard, Jawa Pos Jakarta (1998 s/d 2001)
- Wartawan JTV – Jawa Pos Televisi (2001 s/d 2007)
- Komunikasi Bisnis JTV – Jawa Pos TV (2007 s/d 2008)
- Manager Marketing JTV -Jawa Pos Televisi (2001 s/d 2010)
- The Best Employee JTV – Jawa Pos “THE BEST ACCOUNT EXECUTIF 2008″
- General Manager LK ESQ Jatim (2010)
- General Manager Bussines & Development Arek TV (2011)
- Founder PIESPOWER Institute (2001 s/d Skrg)