Demo Buruh Tuntut Kenaikan UMK Di Jawa Timur

Inilah pemandangan ribuan buruh dari Mojokerto, Pasuruan, dan Sidoarjo kembali turun jalan. Kali ini, mereka menguasai Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin (19/11) siang.

Semua akses jalan tengah kota lumpuh total, mulai dari Bunderan Waru-Jalan Raya Darmo-Basuki Rahmat hingga titik sasaran di Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan dan Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Ribuan lebih, massa buruh memenuhi jalur utama Kota Surabaya. Massa aksi yang tergabung buruh dan mahasiswa itu terbagi beberapa kelompok.

Mereka gabungan dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Pasuruan. Mereka membawa 30 bus dan ribuan sepeda motor datang pada waktu yang berbeda. Sebelumnya, di Bunderan Waru, mereka juga melakukan aksi blokade di depan Pos Polisi Waru selama kurang lebih 15 menit.

Sedangkan dari Mojokerto ada sekitar 4 ribuan buruh yang berkumpul di Ngoro belum melintas di Bunderan Waru. Karena rombongan buruh dilewatkan polisi ke jalur tengah, jalur-jalur pinggir seperti Jalan Diponegoro, Jalan Darmo Kali, dan Jalan Kedungdoro Surabaya.

Sementara ribuan massa gabungan dari buruh dan mahasiswa, sudah menduduki Gedung Negara Grahadi di Jalan Gubernur Suryo.

Selain menggelar spanduk tentang tuntutan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) layak, mereka juga menggelar orasi berisi kecaman terhadap kebijakan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, yang tengah melakukan pembahasan UMK di Kantor Gubernur Jawa Timur.

“Soekarwo tidak becus menyelesaikan persoalan buruh, rapat yang dilakukan saat ini di Kantor Gubernur tidak berguna bagi kesejahteraan buruh di Jawa Timur. Kita menuntut gaji Rp 2,2 juta. Kalau tidak kita tak perlu lagi memilih Soekarwo sebagai gubernur,” teriak salah satu orator.

Sekitar pukul 13.30 WIB, massa terus bertambah, memadati Jalan Gubernur Suryo, dan bergabung dengan massa aksi yang telah menduduki Gedung Negara Grahadi.

Leave a Comment

Scroll to Top