Bupati Sidoarjo: Motivator Didik Madani Mampu Redam Demo Buruh

Maraknya aksi buruh yang menuntut kenaikan UMK membuat puluhan perusahaan di Sidoarjo resah, mereka malkukan audiensi dengan Bupati Sidoarjo.Parapengusaha yang jug adiwakili oleh HRD mereka masing masing menyatakan jika banyak karyawan mereka yang ingin keluar dari pekerjaan jika perusahaan tidak mampu membayar UMK 2,2 Juta Rupiah perbulan. Menyikapi hal ini, Bupati Sidoarjo H Syaiful Illah berusaha mendatangkan motivator Didik Madani agar bisa memotivasi para karyawan untuk tidak keluarga pekerjaan dan melakukan demo, aksi itu di mulai dengan penendatanganan MOU dengan Bupati bersama para pengusaha. Direncanakan Didik Madani akan berkeliling di perusahaan Sidoarjo untuk memberikan motivasi kerja kepada ribuan karyawan yang ada paerusahaan di Sidoarjo secara bergiliran.

 

 

Sepeti di beritakan sebelumnya, ribuan buruh dari berbagai perusahaan di Kabupaten Sidoarjo pagi  ini, Seniorn (19/11/2012) kembali melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Gubernur Jatim di Surabaya.

Mereka berangkat secara bergelombang dari berbagai penjuru kawasan industri di Sidoarjo. Diantaranya dari kawasan Krian, Candi, Buduran, Gedangan dan Brebek Industri di Waru. Dengan membawa berbagai atribut bendera serikat pekerja masing-masing mereka bergerak menuju Surabaya.

Disepanjang jalan yang dilalui, khususnya di Buduran, Gedangan dan Waru, konvoi pekerja yang mayoritas mengendarai sepeda motor itu mencoba mengajak para pekerja yang masih ada di dalam perusahaan untuk keluar dan ikut bergabung melakukan aksi unjuk rasa.

Dengan menggunakan pengeras suara di mobil pick-up yang berada di barisan terdepan salah satu korlap  mengajak para buruh Interbat (perusahaan obat) di Buduran untuk keluar. ” Ayo rekan-rekan yang masih ada di dalam pabrik, keluar, kita perjuangkan nasib kita, ” teriaknya yang diikuti oleh buruh yang lain.

Aksi buruh ini menyebabkan kemacetan arus lalu lintas yang luar biasa di sepanjang jalan antara Sidoarjo-Surabaya.

Beberapa perusahaan nampak dijaga ekstra ketat oleh security, polisi dan pasukan TNI menghindari tindakan  anarkis dari kaum buruh.

Para buruh pabrik ini tetap pada tuntutannya Upah Minimum Kabupaten UMK Sidoarjo Tahun 2013 sebesar Rp2,2 juta.

Sedangkan Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah tetap pada pernyataannya UMK Sidoarjo harus diatas Pasuruan tetapi tidak boleh lebih tinggi dari Surabaya, tanpa menyebutkan berapa nilainya.

Kabupaten Pasuruan telah mengusulkan UMK ke Gubernur Jatim Rp1,5 juta, sedangkan Surabaya Rp1,6 juta.

“Jadi Sidoarjo ya ada ditengah-tengahnya,” ujar Saiful Ilah.

Leave a Comment

Scroll to Top