Didik Madani adalah seorang motivator muda yang berbakat, pengalaman hidupnya yang keras akan membuatnya bertumbuh menjadi seorang inspirator yang rendah hati”. Demikian dikatakan Menteri BUMN Dahlan Iskan di sela-sela open house di rumahnya dikawasan Ketintang Surabaya.
Menurut Dahlan, dirinya mengaku senang jika anak didiknya (mantan wartawan JTV, Jawa Pos Grop) bisa mandiri seperti Didik Madani, menurut Dahlan, saat menjadi wartawan Didik Madani sudah menunjukan bakatnya dalam mentransfer ilmu, tak salah pada waktu masih bekerja sebagai wartawan JTV dirinya nekad menempuh pendidikan S2 di Unair dengan biaya sendiri, padahal waktu jarang wartawan Jawa Pos Group yang sempat kuliah S2, meski di sela-sela menjalankan tugas liputan, Didik Madani tetap menjalani kuliah resikonya kuliah molor hingga 1 tahun ke depan.
Sebelumnya Didik Madani sendiri adalah seorang karyawan Jawa Pos Grop, pada tahun 1998 dirinya bergabung di Harian Umum Glodok Standard Jakarta, kemudian pada tahun 2001 bergabung menjadi reporter JTV sebagai reporter pertama dan satu satunya di JTV. Didik Madani memutuskan mengundurkan diri dari Jawa Pos Grop pada tahun 2010 saat dirinya menempati posisi sebagai manager marketing JTV, setelah keluar dari JTV Didik Madani mencoba wirausaha di bidang multimedia, jual beli mobil dan distributor ayam organik, tapi semuanya jatuh bangkrut karena tidak fokus ditanganinya.
Berbekal pengalaman bangkrut dan perenungan mendalam, Didik akhirnya bangkit dengan membuat model training yang diberi nama PIES POWER. PIES adalah singkatan dari Physical, Intelectual, Emotional dan Spiritual. Menurut Didik Madani, saat kita jatuh hanya PIES modal kita yang tersisa, saat kita jatuh akan ketahuan siapa kawan kita sesungguhnya.
Pada kesempatan itu Didik Madani juga meminta dukungan dan bimbingan kepada mantan bosnya itu untuk menyebarkan ilmu PIES POWER yang merupakan bendera perusahaan training yang dikembangkan oleh Didik Madani.
Sementara itu, Dahlan Iskan menambahkan, PIES POWER harus segera dipatenkan isi materinya agar tidak dijiplak oleh orang lain, saya yakin dalam waktu kurang dari 5 tahun PIES pOWER akan menjadi metode pembelajaran paripurna manusia dalam menghadapi kelelahan hidup dan bekerja. “Saya bangga dengan mantan anak buah saya Didik Madani”