Mak dan BlackBerry

7 Tahun Perjalanan Mencari Jati Diri PIES
July 25, 2012
Didik Madani: Saya Motivator Lulusan Kuli Bangunan University
August 3, 2012

Mak dan BlackBerry

Di sebuah desa ada seorang tua, pekerjaannya adalah tukang asah pisau keliling. Setiap hari orang tua itu berkeliling dari rumah ke rumah untuk menawarkan jasanya. Dia berkeliling sambil membunyikan lonceng kecil, untuk menarik perhatian orang.

Pada awalnya, banyak sekali orang yang memanfaatkan jasanya. Setiap hari selalu ada saja orang yang mengasahkan pisau ataupun gunting mereka ke orang tua tersebut. Dengan pekerjaan mengasah pisau, orang tua tersebut bisa menghidupi keluarganya.

Tahun demi tahun berlalu, jaman semakin modern dan membuat segalanya menjadi praktis.

 

Demikian juga, pisau-pisau maupun gunting-gunting yang ada di pasaran semakin berkualitas dan murah. Sehingga perlahan-lahan tidak ada lagi orang yang mengasahkan pisau atau guntingnya. Mereka lebih memilih untuk membeli yang baru daripada mengasahkannya.

Akibatnya, tidak ada lagi orang yang membutuhkan jasa orang tua si pengasah pisau tersebut. Tetapi setiap hari orang tersebut tetap berkeliling seperti biasa, dengan harapan masih ada orang yang mau memanfaatkan jasanya.

Awalnya, orang tua tersebut masih bersemangat. Tapi lama-kelamaan, semangatnya semakin kendur karena dia merasa tidak ada lagi orang yang membutuhkan dia. Waktu berlalu, akhirnya tidak lama kemudian, orang tua itu meninggal. Ada yang mengatakan orang tua tersebut meninggal karena kanker.

 

Apa yang akan Anda rasakan bila tidak ada lagi orang yang membutuhkan Anda? Kita akan merasa dying inside! Atau Hopeless (kehilangan harapan atau tidak dibutuhkan), post power syndrome. Menurut teori kebutuhan Abraham Maslow, kebutuhan manusia yang paling tinggi adalah aktualisasi diri. Kita akan merasa sangat berarti bila kita dibutuhkan oleh banyak orang. Oleh karena itu, buatlah sesuatu yang dapat membuat diri Anda dibutuhkan, kembangkan potensi diri Anda!!

 

Saya punya orang tua perempuan, usianya hampir 96 tahun, namanya Sarti Madani, saya memanggilnya “emak” sebuah panggilan yang biasa dijumpai di daerah pedesaan atau pinggiran kota. Emak saya jarang sakit, kalaupun sakit hanya flu biasa dan migran, sehari hari dirinya masih melakukan aktivitas normal seperti biasa, memasak, menyiram bunga, mencuci pakaiannya sendiri, dan pekerjaan ringan lainnya, cara berjalannyapun masih normal dan tegak, hanya sedikit lambat dan ingatnnya berkurang.

 

Saya selalu melibatkan emak saya dalam setiap rencana yang berhubungan dengan keluarga (tidak semuanya) saya pilih topik yang menyenangkan seperti rencana mengunjungi keluarga atau berdisikusi tentang warna cat rmah, rencana liburan bersilaturrahmi ke keluarga. Sayapun memasang foto Mak dalam status blackberry saya, kemudian saya perlihatkan kepadanya, meski malu tapi saya tahu dia sangat bahagia, pun dalam membawakan sesi motivasi saya juga menampilkan slide bergambar foto wisuda saya bersama Mak, senyum Mak saya seketika merekah karena pada suatu saat saya pernah mengajaknya menghadiri training saya, air matanyapun meleleh tanda terharu dan bahagia. Saya bahagia sekali bisa melihat senyumnya.

 

Momen lebaran adalah saat tepat untuk saling berkunjung ke sanak saudara dan para kolega, modalnya hanya senyum dan keikhlasan untuk memaafkan, tapi sebetulnya momen mengandung rumus “Umur Jangka Panjang”, karena arti kata silaturhami adalah Silah berarti hubungan dan rahmi berarti darah, dalam momenini kitaakan banyak bertemu dan aling menanyakan kabar yang intinya menyakan tentang eksistesi kita selama ini, apa yang sudah kita perbuat dan apa yang belum kita lakukan, semua itu membuat masing-masing dari kita saling membangun harapan, dan harapan itulah sesungguhnya yang membuat kita masih bertahan hidup sampai sekarang ini.

 

Saya tidak sedang menjalankan teori Aktualisasi diri Abraham Maslow karena saya baru membacanya saat masih kuliah, tapi setiap kali emak saya sakit jawabannya pasti karena beliau merasa tersisih dan tidak berarti diantara anak cucunya, karenanya saya tidak pernah bosan membangun harapannya tentang segala hal dalam hidupnya termasuk saya juga sedang membangun harapan dalam hidup saya.

 

Kalau diijinkan saya akan belikan emak saya BB merek terbaru Touch Screen atau IPAD terbaru agar bisa selalu update status ke cucu-cucunya, sayang emak saya tidak bisa membaca dan menulis. Kita semua ingin hidup lebih lama, kita semua punya harapan yang sama yaitu berkumpul bersama-sama orang-orang yang kita cintainya dan hidup lebih lama di dunia, untuk selanjutya Tuhan memanggil sudah waktunya pulang…

Didik Madani 2010